Angka kemiskinan di Sitaro turun, kedalaman dan keparahan juga membaik

Editor: Redaktur
Tabel garis kemiskinan, jumlah, dan persentase penduduk miskin di Kabupaten Kepulauan Sitaro, 2016 -2024. )umber : BPS Sitaro.

ZONAUTARA.com — Tingkat kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus menunjukkan tren membaik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah dan persentase penduduk miskin berkurang sepanjang 2016 hingga 2024. Tidak hanya itu, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami perbaikan signifikan.

Pada 2016, garis kemiskinan di Sitaro tercatat Rp264.632 per kapita per bulan dengan jumlah penduduk miskin 6,96 ribu jiwa atau 10,58 persen dari total penduduk. Delapan tahun kemudian, garis kemiskinan naik menjadi Rp388.056, tetapi jumlah penduduk miskin justru menurun menjadi 5,63 ribu jiwa atau hanya 8,32 persen.

BPS juga mencatat perbaikan pada indikator lain. Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index) yang menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan turun dari 1,44 di tahun 2016 menjadi 1,06 pada 2024. Bahkan penurunan drastis sempat terjadi pada 2022, hanya 0,58.

Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index) yang mengukur ketimpangan di antara penduduk miskin juga membaik. Dari angka 0,31 pada 2016, indeks ini menyusut hingga 0,19 pada 2024. Angka terendah tercatat pada 2022 dengan hanya 0,09.

“Penurunan ini mengindikasikan bahwa bukan hanya jumlah penduduk miskin yang berkurang, tetapi juga jarak mereka dari garis kemiskinan semakin kecil. Artinya, kondisi ekonomi masyarakat Sitaro perlahan membaik,” tulis BPS dalam laporannya.




Meski begitu, BPS mengingatkan bahwa masih terdapat fluktuasi. Pada 2023, persentase penduduk miskin sempat naik menjadi 8,76 persen, sementara indeks kedalaman juga kembali meningkat menjadi 0,95.

Pemerintah daerah didorong untuk terus memperkuat program pengentasan kemiskinan agar tren positif ini berlanjut. Fokus pada peningkatan pendapatan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan dinilai penting demi menekan angka kemiskinan lebih rendah lagi.

 

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com