ZONAUTARA.com – Upacara bendera peringatan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) digelar di tengah guyuran hujan, Selasa 23 September 2025.
Upacara berlangsung di halaman Kantor Bupati Sitaro, pukul 08.00 WITA, kegiatan ini mewajibkan pimpinan daerah, bersama pejabat tinggi pratama dan administrator mengenakan pakaian adat.
Sebelum dimulai, cuaca sudah berubah mendung disertai angin kencang. Para peserta, yang terdiri dari aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan para siswa, untuk berpindah karena hujan mulai deras.

Sementara itu, tiga orang pasukan pengibar bendera dari SMA Negeri 1 Siau Barat, yakni Grifin Tamamilang, Alisya Bungkaes, dan Frids Ugudhe tetap bertahan di bawah guyuran hujan.
Bupati Kepulauan Sitaro yang berdiri di atas podium pun tampak mulai basah. Meski begitu, ia tetap bertahan. Chyntia Ingrid Kalangit kemudian memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang meneruskan pelaksanaan upacara meski diguyur hujan, khususnya kepada pasukan pengibar bendera.

“Sangat diapresiasi. Semoga semangat ketiga pasukan pengibar bendera menjadi semangat bersama menjaga Provinsi Sulut di HUT ke-61 ini,” kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selavanus Komaling, sebagai inspektur upacara. Namun, ditemui usai kegiatan, Chyntia menyampaikan kerinduan dan harapan bagi provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai.
“Sesuai tema, semoga kita bisa terus maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Terlebih kami berharap beberapa bantuan bisa diberikan Pak Gubernur, seperti memaksimalkan Pelabuhan Pendaratan Ikan, bantuan cold storage, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak bagi nelayan,” harap Chyntia.
Sementara itu, Riko Saraminang, salah satu nelayan asal Desa Lehi di Kecamatan Siau Barat, berharap ke depan para nelayan bisa terus diperhatikan, mengingat Sulut merupakan salah satu lumbung ikan dan nelayan seharusnya sejahtera.
“Semoga ada bantuan, khususnya cold storage dan stasiun pengisian bahan bakar minyak bagi nelayan,” ungkap Riko.
***


