ZONAUTARA.com – Upaya mempercepat transisi energi kembali ditegaskan PLN melalui kuliah umum di Universitas Samratulangi Manado.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa dan dosen ini menjadi ruang berbagi wawasan mengenai arah pembangunan kelistrikan nasional yang kini semakin hijau.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan bahwa perubahan sistem energi bukan lagi sekadar wacana.
Ia memaparkan arah RUPTL 2025–2034 yang disebut sebagai rencana paling hijau dalam sejarah perusahaan.
“Dari penambahan kapasitas 69,5 GW, mayoritas atau 76% merupakan pembangkit EBT. Transisi energi ini adalah mandat besar yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Rizal juga menguraikan tiga dilema utama dalam proses transisi energi, yakni menjaga keandalan, keterjangkauan, dan keberlanjutan. “Ketiganya harus berjalan beriringan, tidak boleh hanya fokus pada salah satunya,” tambahnya.
Dari sisi akademik, kegiatan ini mendapat apresiasi. “Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Ilmu yang dibagikan hari ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga dosen,” ujar Wakil Dekan Fakultas Teknik Unsrat, Judy Waani.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyebut kuliah umum ini penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda. “Kami ingin mahasiswa memahami tantangan sekaligus peluang sektor energi. Mereka bisa menjadi penggerak perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Kuliah umum ini menjadi bukti kuatnya sinergi PLN dan perguruan tinggi dalam mendorong transformasi energi yang berkelanjutan.


