Progres pembangunan SDN 2 Poyowa Besar 41,34 persen, optimis capai target

Editor: David Sumilat
Sejumlah material untuk pembangunan SDN 2 Poyowa Besar dalam program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025. (Foto: Zonautara/Trideyna)



ZONAUTARA.com – Persentase progres pembangunan di SDN 2 Poyowa Besar telah mencapai 41,34 persen hingga awal Oktober ini.

Pekerjaan pembangunan terus diawasi secara ketat oleh pihak sekolah dan tim pengawas dari Dinas Pendidikan Kotamobagu.

Demikian diungkapkan pengawas dan perencana proyek pembangunan, Suryadi Dondo, sembari mengatakan, laporan opname dilakukan setiap hari Sabtu, sementara laporan mingguan dikirimkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) tiap item pekerjaan.

“Untuk kwitansi dan nota berasal dari sekolah, tapi progres tiap minggu dikirim ke Kementerian. Saya memantau setiap hari, karena jika ada hal yang perlu dikonsultasikan, pasti kami yang mengusulkan,” jelas Suryadi Dondo.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Poyowa Besar, Fariaty Dadu, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan bahkan optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan.




Proyek ini, dijelaskan Fariaty Dadu, merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah senilai Rp261 juta, yang terbagi untuk dua komponen: Perpustakaan sebesar Rp130 juta dan Jaringan Bangunan (Jaban) sebesar Rp131 juta.

Dana tahap pertama telah dicairkan sebesar 40 persen, dan saat ini tengah dalam proses pencairan tahap kedua sebesar 30 persen dari total anggaran.

Selain pembangunan fisik, sekolah juga mengajukan permohonan tambahan ruang, berupa, dua ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang UKS.

Dikatakannya, sekolah membutuhkan pemasangan paving block di halaman untuk mencegah genangan air saat hujan. Saat ini, SDN 2 Poyowa Besar memiliki delapan rombongan belajar (rombel) dan menampung 245 siswa, dengan kondisi ruang kelas yang overkapasitas.

Beberapa kelas seperti kelas 6 menampung hingga 46 siswa, dan kelas 4 sebanyak 43 siswa.

Dari sisi tenaga pengajar, terdapat total 17 guru, terdiri dari enam guru P3K, lima PNS, dan sisanya merupakan tenaga honor yang dibiayai dari dana BOS.

“Alhamdulillah, untuk kebutuhan mobiler, baru-baru ini kami mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan sebanyak 28 pasang,” ujar Fariaty.

Ia juga menyampaikan bahwa sekolah telah terakreditasi B dan memiliki sejarah yang cukup panjang.

“Saya sudah mengabdi di SDN 2 Poyowa Besar selama 19 tahun, dan menjabat sebagai kepala sekolah selama tiga tahun. Bahkan Sekretaris Provinsi saat ini adalah alumni dari sekolah ini,” ujarnya.

Mengenai kondisi Rumah Kepala Sekolah (RKS), saat ini ditinggali oleh guru tenaga honor. Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menyampaikan berbagai keluhan, termasuk kepada Dirjen, dan saat ini tengah dilakukan verifikasi melalui Dapodik.

***

Penikmat kopi pinggiran, hobi membaca novel. Pecandu lagu-lagu Jason Ranti, pengikut setia Sapardi Djoko Damono, pecinta anime, terutama dari Gibli. Mampu menghabiskan 1000 lebih episode one piece dalam 8 bulan.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com