ZONAUTARA.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, turut mendampingi Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman bersama rombongan anggota DPD RI dalam kegiatan penanaman pohon mangrove di kawasan Grand Luley Manado, pada Jumat (7/11/2025).
Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja pimpinan MPR dan DPD RI di Bumi Nyiur Melambai.
Sebelum kegiatan di lapangan, rombongan terlebih dahulu melakukan pertemuan resmi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, di mana Victor Mailangkay menyampaikan berbagai aspirasi dan usulan pembangunan daerah kepada pimpinan lembaga tinggi negara tersebut.
Dalam sambutannya, Akbar Supratman menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Ia menilai, langkah ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

“Penanaman mangrove ini adalah simbol komitmen kita untuk menjaga bumi. Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisir. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dan daerah harus berjalan seirama agar manfaat program rehabilitasi lingkungan ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Akbar Supratman.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) yang dinilai konsisten dalam mendorong program pelestarian alam, terutama di wilayah pesisir yang rawan abrasi dan kerusakan ekosistem.
Sulawesi Utara dan Potensi Besar Pengelolaan Sumber Daya Pesisir
Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan laut dan ekosistem pesisir terbaik di Indonesia Timur.
Kawasan seperti Manado, Likupang, dan Bunaken memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi dan menjadi daya tarik wisata dunia.
Namun, kerusakan mangrove akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim menuntut perhatian serius dari berbagai pihak.
Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, pemerintah daerah berharap dapat memulihkan fungsi ekologis hutan mangrove yang berperan penting dalam menahan abrasi pantai, menjaga kualitas air laut, dan menjadi habitat alami bagi biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang.
Wakil Gubernur Victor Mailangkay menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove di Manado menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
“Pemprov Sulut berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Penanaman mangrove ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk melindungi pesisir, memperkuat ketahanan ekosistem, dan menjamin masa depan generasi mendatang,” ungkap Victor Mailangkay.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keseimbangan ekologi yang mendukung kehidupan masyarakat secara jangka panjang.
Manfaat Ekologis dan Ekonomis dari Penanaman Mangrove
Program rehabilitasi mangrove di Sulawesi Utara memberikan manfaat yang luas, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Secara ekologis, hutan mangrove berfungsi sebagai penyerap karbon alami (carbon sink) yang efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Akar mangrove juga mampu menahan gelombang besar dan mengurangi risiko abrasi serta banjir rob di wilayah pesisir.
Dari sisi ekonomi, kawasan mangrove yang terjaga bisa dikembangkan menjadi destinasi ekowisata dan sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir melalui kegiatan seperti budidaya kepiting, ikan, hingga pengolahan produk turunan mangrove.
Dengan demikian, pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada kelestarian alam, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat.
***

