Lewat usaha kue, Evita dan Tia perkuat ketahanan ekonomi

Editor: Redaktur
Lumpia basah yang dibuat dan dijual langsung oleh Evita, (Foto: Tentangpuan.com/Non).

ZONAUTARA.com – Dua perempuan asal Kampung Baru, Kota Kotamobagu, membuktikan bahwa semangat dan ketekunan bisa menjadi kunci kebangkitan ekonomi keluarga. Evita (50) atau yang akrab disapa Mama Fadel, bersama iparnya, Tia Dzafar (39) atau Mama Key, telah menekuni usaha kue tradisional sejak tahun 2018.

Beragam olahan mereka seperti lalampa, lumpia basah, susen, dan risoles, kini menjadi favorit banyak pelanggan.

“Modal awal jualan hanya Rp300 ribu saja, itu pun awalnya hanya lumpia basah, yang dibawa juga hanya 30 picis,” kata Evita saat ditemui, Rabu (12/11/2025), di halaman Kantor Diskominfo Kota Kotamobagu.

Usaha rumahan ini sempat berhenti di masa pandemi COVID-19, namun keduanya kembali bangkit dengan strategi baru.

Saat bulan Ramadan, mereka berjualan di pasar Ramadan, sementara di luar bulan puasa, keduanya berkeliling ke kantor-kantor SKPD di Kotamobagu. Uniknya, Evita dan Tia hanya berjualan dua kali dalam seminggu, yakni setiap Senin dan Rabu.




Kini, jenis jualan mereka semakin beragam. “Akhirnya saat ini kami sudah membawa empat jenis kue, dengan jumlah lumayan banyak. Lumpia bisa 80 picis, lalampa 60 bungkus, susen 60–80, dan risoles 50 bahkan kadang lebih,” ujar Tia.

Lewat usaha kue, Evita dan Tia perkuat ketahanan ekonomi
Evita (kiri) dan Tia Dzafar, (Foto: Tentangpuan.com/Non).

Dengan volume jualan tersebut, omzet mereka bisa mencapai jutaan rupiah setiap kali berjualan. “Setiap kali turun bisa sampai Rp1 juta, tapi tidak menentu, kadang lebih. Meski itu masih penghasilan kotor,” tambah Evita.

Menurut keduanya, kunci keberhasilan usaha mereka adalah menjaga rasa dan kualitas bahan baku. “Kami tidak pakai telur di lumpia, rasanya beda tapi tetap enak. Yang pasti, rasa tidak bisa bohong. Kalau mau tahu bedanya, ya silakan coba sendiri,” tutur Evita.

Harga yang ditawarkan pun masih terjangkau. Untuk satu picis lumpia basah dibanderol Rp12 ribu, sementara risoles dijual Rp5 ribu untuk empat buah. Pemesanan bisa dilakukan melalui nomor 085258048892 atau 0821888004426.

Dukungan regulasi dan data riset

Kisah Evita dan Tia sejalan dengan semangat yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Regulasi ini menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.

Pemerintah daerah pun memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelatihan, akses modal, dan ruang usaha bagi pelaku UMKM, termasuk usaha rumahan seperti yang dijalankan dua perempuan ini.

Menurut hasil riset Lembaga Penelitian SMERU (2023), perempuan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga terutama di masa krisis.

Studi itu menunjukkan bahwa lebih dari 60% pelaku UMKM mikro di Indonesia dikelola oleh perempuan, dan banyak di antaranya menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga pascapandemi. Riset tersebut juga menyoroti bahwa usaha kuliner rumah tangga merupakan sektor yang paling cepat pulih karena memanfaatkan jejaring sosial lokal dan sistem kepercayaan antar warga.

Kaitannya dengan IPM Kota Kotamobagu

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara tahun 2024 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kotamobagu mencapai 79,58, tertinggi di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Angka ini menandakan bahwa kualitas hidup masyarakat, dilihat dari aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, berada dalam kategori tinggi.

Capaian ini tidak terlepas dari peran perempuan seperti Evita dan Tia yang menjadi pelaku ekonomi produktif di tingkat akar rumput.

Mereka tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kotamobagu secara keseluruhan.

“Kalau bukan kita yang berjuang, siapa lagi. Yang penting kerja jujur dan ikhlas, pasti ada hasilnya,” tutup Evita dengan senyum.

Suka berkelana ke tempat baru, terutama di alam bebas. Mencintai sastra fiksi dan tradisi. Berminat pada isu-isu ekofeminisme, gender, hak perempuan dan anak. Beberapa kali menerima fellowship liputan mendalam. Tercatat sebagai anggota AJI.
1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com