Satpol PP Kotamobagu imbau warga waspadai akun palsu pejabat di WhatsApp dan medsos

Editor: David Sumilat
Kepala Satpol PP Kotamobagu, Sahaya Mokoginta. (Dok Kuasanet)

ZONAUTARA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kotamobagu mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun palsu di WhatsApp dan media sosial yang mengatasnamakan pejabat maupun instansi Satpol PP.

Imbauan ini merupakan respon beberapa hari terakhir, ditemukan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakan nama serta foto profil Kepala Satpol PP Kota Kotamobagu di salah satu media perpesanan untuk melakukan berbagai modus penipuan.

Oknum tersebut dilaporkan meminta bantuan, menawarkan jasa tertentu, hingga mencoba memperoleh data pribadi dari masyarakat.

Kepala Satpol PP Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta menyampaikan imbauan resmi kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan mencurigakan dari nomor atau akun yang tidak dikenal, meskipun menggunakan identitas pejabat Satpol PP Kotamobagu.

“Tidak menanggapi pesan dari nomor atau akun yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Tidak memberikan data pribadi, kode OTP, maupun informasi penting melalui pesan singkat atau media sosial. Tidak memenuhi permintaan uang, barang, jasa, atau fasilitas apa pun,” ungkapnya.




Selain itu menurutnya, segera melakukan konfirmasi ke kantor Satpol PP apabila menerima pesan yang mencurigakan atau mengatasnamakan pejabat Satpol PP.

“Setiap bentuk permintaan uang, data pribadi, maupun informasi penting melalui pesan singkat sudah pasti bukan dari kami,” tegas Sahaya saat dihubungi Zonautara.com Senin,(17/11/2025).

Tindakan penipuan dengan memanfaatkan identitas pejabat pemerintah dinilai merugikan masyarakat sekaligus mencoreng nama baik institusi. Satpol PP Kota Kotamobagu menegaskan akan melakukan penelusuran dan melacak oknum pelaku untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Apabila masyarakat menerima pesan yang mencurigakan, kami mengharapkan agar segera mengonfirmasi langsung ke kantor Satpol PP. Tindakan penipuan digital ini tidak hanya merugikan warga, tetapi juga mencemarkan nama baik institusi. Kami memastikan akan menelusuri dan memproses pelakunya sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Satpol PP mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terpengaruh oleh pesan atau permintaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

***

Penikmat kopi pinggiran, hobi membaca novel. Pecandu lagu-lagu Jason Ranti, pengikut setia Sapardi Djoko Damono, pecinta anime, terutama dari Gibli. Mampu menghabiskan 1000 lebih episode one piece dalam 8 bulan.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com