ZONAUTARA.com – Kerja sama Indonesia–Norwegia dalam perdagangan karbon memasuki babak baru dengan penandatanganan Mutual Expression of Intent Generation-Based Incentive Programme oleh PT PLN (Persero) dan GGGI di ajang COP30.
Fase terbaru ini menandai pergeseran dari kerja sama yang sebelumnya berfokus pada Nature-Based Solutions (NBS) menuju integrasi technology-based solutions sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya langkah ini.
“Selama ini kerja sama bilateral Indonesia–Norwegia berfokus pada sektor Nature-Based Solutions dengan skema Result-Based Contribution. Melalui kesepakatan ini, Indonesia menunjukkan bahwa bukan hanya mampu menjalankan perdagangan karbon dari NBS, tetapi juga kini technology-based solutions,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, menilai kolaborasi ini sebagai awal yang menjanjikan.
“Kami meyakini bahwa program pertama ini dapat menunjukkan bahwa Indonesia siap untuk inisiatif semacam ini dan memiliki kapasitas untuk memperluas skalanya,” terangnya.
PLN menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi skema ini sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
“Kesepakatan ini menjadi langkah konkret PLN dan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi bencana iklim yang semakin nyata,” ujar Evy Haryadi.
Skema GBI ini akan menjadi landasan penyusunan MOPA dan pembelian ITMOs untuk mendukung pencapaian target NDC Indonesia.


