ZONAUTARA.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus, mengajak bupati dan walikota se-Sulut untuk memprioritaskan membuka lapangan pekerjaan demi mengurangi tingkat penggangguran.
Ajakan ini diutarakan Yulius Selvanus di hadapan sejumlah kepala daerah, bersama Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) Hasil Pelaksanaan RKPD Sampai Triwulan III Tahun 2025 Kabupaten/Kota se-Sulut, di ruang Mapalus gedung Pemprov Sulut, pada Selasa (25/11/2025).
“Tingginya tingkat pengangguran menjadikan kepala daerah resah. Apa yang akan kita siapkan untuk membuka lapangan kerja,” ucap Yulius.
Ia mengungkapkan, kala membuka kegiatan Expo SMK 2025 beberapa waktu lalu, laporan mengatakan bahwa 30 persen lulusan SMK itu menganggur.
“Nah ini kan memprihatinkan, belum yang lulusan sarjana. Artinya setiap bulan, setiap tahun pengguran kita ini bertambah. Kalau kita pemerintah daerah tidak tanggap dalam kondisi ini maka kita akan terpuruk ke depannya.
Pemerintah daerah harus siap membuka lapangan pekerjaan agar supaya tingkat pengangguran di daerah menurun,” tutur Yulius.
Menurutnya, saat ini pemerintah pusat telah membuka peluang di daerah untuk membuka lapangan pekerjaan.
Sebelumnya diketahui, dikutip dari media Beritamanado.com, Kepala BPS Sulawesi Utara, Aidil Adha, menjelaskan bahwa secara tahunan, Sulawesi Utara masih menunjukkan tren positif di pasar tenaga kerja.
“Selama periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, terdapat penyerapan tenaga kerja sebanyak 33,50 ribu orang atau tumbuh 2,57 persen. Ini menandakan bahwa perekonomian daerah masih mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ungkapnya dalam penyampaian siaran pers di Kantor BPS Sulut, Rabu (5/11/2025) lalu.
Dari total penduduk usia kerja sebanyak 2,12 juta orang, sebanyak 1,42 juta orang tergolong sebagai angkatan kerja, sedangkan sisanya 695,19 ribu orang termasuk bukan angkatan kerja (seperti pelajar, ibu rumah tangga, dan lainnya).
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat menjadi 67,21 persen, naik dari 66,07 persen pada Agustus 2024.
***


