ZONAUTARA.com – Peringatan Hari Guru Nasional, Sekretaris daerah (Sekda), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Denny D. kondoj mengaku masih banyak pekerjaan rumah untuk mensejahterakan para oemar bakri di negeri berjuluk 47 pulau.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) gelar upacara. Senin, (25/11/2025), di halaman kantor bupati. Upacara ini dihadiri para guru di Sitaro. Sekda Sitaro, Denny D. Kondoj bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
“Pemerintah menegaskan komitmen meningkatkan kualitas, kesejahteraan, dan perlindungan guru agar mereka dapat fokus menjalankan peran mulia sebagai pendidik dan agen peradaban di tengah berbagai tantangan zaman.” Kutip sekda.
Saat ditemui awak media usai upacara, Kondoj menegaskan peran guru sangat strategis dalam pembangunan daerah, dimana dasar yang kuat akan menghadirkan lulusan yang berkualitas. “Beberapa guru mendapat penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional, ini membuktikan SDM kita tidak kalah unggul,” katanya.
Sementara itu, Kondoj mengakui kesejahteraan guru masih menjadi pekerjaan rumah bagi daerah. Meski anggaran tersedia, namun kesalahan administrasi ataupun sistem baru membuat para guru harus menyesuaikan dan memperlambat pemberian hak para guru. “Kita terus berupaya, kami menyampaikan ke dinas supaya dibantu dalam pengurusan administrasi bagi para guru, yang saat ini menjadi salah satu hambatan. Untuk anggaran tersedia karen kami patuh 20 persen dari APBD untuk pendidikan,” ucap Kondoj.
Dalam pelaksanaan upacara juga diserahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi dalam hal menghadirkan inovasi di sekolah. Dua diantaranya Anton Bawengan dan Elvri Kabenga.
Anton Bawengan salah satu guru SMP, diketahui sebagai pelopor komunitas gurus dimana ia mendirikan sebuah komountias berbasis digital antara para guru untuk bisa saling berkonsultasi. “Tujuannya kita bisa saling bertukar pengetahuan untuk membantu proses pembelajaran kepada siswa,” ungkap Anton.
Anton melihat ini serius mengingat perubahan cara ajar yang semakin cepat apalagi berbasid digital. “Paling banyak memang kita membahas pola ajar kepada siswa, kami membuka sesbuah website untuk bisa saling berkomunikasi,” katanya.
Sementara itu, Elvri seorang guru TK Pembina Siau Barat menjadi salah satu guru berprestasi. Ia telah mengikuti berbagai lomba ditingkat provinsi dan nasional. “Saya mengikutti lomba se provinsi untuk membuat judul lagu anak dan juga tingkat nasional untuk Ilmuan Anak,” kata Elvri.
Sedangakn untuk inovasi disekolah Elvri membuat jurnal tujuh kebiasaan anak indoensia hebat yang dibagi kepada orang tua, dan di akhir semester akan dilakukan refleksi. “Didlamnya itu jurnal di isi orang tua mulai dari anak bangun pagi, aktifitasnya hingga di malam hari,” beber dia.



