ZONAUTARA.com – Dalam forum Electricity Connect 2025, Executive Director ASEAN Centre for Energy, Razib Dawood, menegaskan pentingnya ASEAN Power Grid sebagai elemen strategis memperkuat ketahanan energi di Asia Tenggara.
Ia menyampaikan bahwa permintaan energi regional akan tumbuh hampir tiga kali lipat pada 2050 sehingga interkoneksi diperlukan untuk memastikan keandalan dan keterjangkauan pasokan.
“Lonjakan permintaan energi tentu menimbulkan tantangan besar bagi sistem energi. Mulai dari hulu hingga hilir, peningkatan permintaan ini membutuhkan transformasi sistem energi untuk menjamin ketahanan dan keandalan,” kata Razib.
Razib menekankan bahwa interkoneksi antarnegara melalui ASEAN Power Grid mampu mengurangi risiko terhadap dinamika geopolitik dan geoekonomi, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Di sisi lain, PLN menyampaikan bahwa Indonesia telah menyiapkan langkah konkret melalui RUPTL 2025–2034 untuk memperkuat kapasitas pembangkit hingga 69,5 gigawatt serta membangun jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer sirkuit. “Roadmap dalam RUPTL menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Indonesia menyiapkan fondasi energi yang solid, modern, dan rendah emisi,” ujar Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo.
Rizal juga menegaskan bahwa penguatan ketahanan energi akan mendukung arah hilirisasi industri nasional. “Jika kapasitas listrik tidak cukup, maka akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” tambahnya.


