ZONAUTARA.com — Wali Kota Kotamobagu, Wenny Gaib, secara resmi membuka Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Master Plan Pendidikan Kota Kotamobagu Tahun 2025–2035 pada Kamis (27/11/2025).
Acara penting yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota ini bertujuan untuk merumuskan strategi komprehensif guna meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
FGD ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Kotamobagu dalam mempersiapkan peta jalan pendidikan selama satu dekade ke depan.
Tujuannya adalah memastikan peningkatan akses, mutu, dan pemerataan pendidikan, sekaligus mengintegrasikan teknologi digital, sejalan dengan visi Kota Kotamobagu yang Bersahabat (Berkemajuan, Sejahtera, Berbudaya, Inovatif).
Dalam sambutannya, Wali Kota Wenny Gaib menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai pilar utama kemajuan daerah.
“Masa depan Kotamobagu ditentukan oleh SDM unggul, berdaya saing, berbudaya, dan berkarakter,” ujarnya, menekankan bahwa Master Plan ini akan menjadi panduan untuk mencapai tujuan tersebut.
Master Plan Pendidikan ini akan berfokus pada dua strategi utama. Pertama, peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui penguatan kapasitas guru, integrasi teknologi, serta pelibatan aktif masyarakat.
Kedua, pengembangan pusat pendidikan keunggulan yang diharapkan menjadi model inovasi dan peningkatan mutu SDM, selaras dengan visi “Bersahabat”.
Wali Kota juga secara khusus menyoroti peran vital para guru dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia mengungkapkan bahwa “70-80% karakter anak dibangun oleh guru karena kesibukan orang tua,” seraya mengenang peran inspiratif ayahnya yang juga seorang guru.
Wenny Gaib lantas mengajak, “Guru adalah sumber aspirasi dan inspirasi. Mari kita bentuk generasi berkarakter kuat, disiplin, dan berdaya saing.”
Ia berharap agar program strategis ini mendapatkan keberkahan dan dapat menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan Kota Kotamobagu.
FGD ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sofian Mukoginta, Asisten I Nasli Pautungan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para narasumber, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta sekretaris se-Kota Kotamobagu.


