Warga Sitaro terima dana lebih dari 4 miliar dari penyaluran BLTS Kesra 2025

Editor: Neno Karlina Paputungan
Caption : Warga sedang mengantri di Kantor Pos Siau Barat. (Foto : Zonautara.com / Jufri Kasumbala).

ZONAUTARA.com – Sebanyak 4.485 warga di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terdata sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan rakyat (BLTS Kesra 2025) program Kementrian Sosial Republik Indonesia, penyalurannya dilakukan lewat Kantor Pos.

Sepekan terakhir seluruh kantor pos di Kepulauan Sitaro didatangi ratusan warga. Setelah keluarnya program BLTS Kesra, para warga di arahkan mengambil bantuan uang tunai sebesar Rp900 ribu untuk tiga bulan.

“Oktober, November dan Desember,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sitaro, Cosman Ambalao. Kamis, 27 November 2025.

Dengan jumlah 4.485 penerima jika dikalikan Rp.900 ribu rupiah maka dana yang diluncurkan Kementrian Sosial ke Sitaro berkisar lebih dari 4 miliar rupiah.

Menurut Ambalao, ini merupakan program baru dari Presiden RI Prabowo Subianto lewat Kementrian Sosial. “Ini baru di tahun 2025, tapi mirip seperti dulu Bantuan sosial tunai atau BST,” ujarnya.




Untuk warga penerima manfaat yang datang mengambil bantuan wajib membawa, selanjutnya di cek langsung lewat aplikasi oleh petugas di Kantor Pos.

Meski begitu, Ambalao memastikan Pemerintah daerah tidak mengajukan nama penerima bantuan. Menurut dia, nama ini turun langsung dari Kementrian Sosial. Datanya tidak hanya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) tapi nama penerima manfaat juga terdata dari non bantuan sosial.

“Data itu kami terima dari Kementrian sosial, dan Dinas Sosial melakukan verifikasi bersama kepala desa, memastikan kondisi penerima bantuan layak sebagai penerima manfaat, atau ada juga sudah meninggal. Namun tidak bisa merubah atau menambah penerima karena nama tersebut sudah masuk dalam aplikasi,” jelas Ambalo.

Ambalao tidak menampik, pihaknya menemukan justru dalam satu KK ditemukan lebih dari satu penerima bantuan, padahal itu tidak bisa diproses jika mengacu ke bantuan sebelumnya yang rutin berjalan. “Kami memang agak bingung dengan BLTS Kesra ada nama dua penerima dalam satu KK, tetapi ketika di cek di aplikasi tetap siap bayar,” ujarnya.

Kepala Kantor Pos Siau Barat, Ivan Misa kepada Zonautara.com mengaku hanya melakukan tugasnya untuk memberikan bantuan kepada penerima manfaat yang datanya terbaca oleh aplikasi. Menurut Ivan sepanjang namanya tidak bermasalah saat di cek di aplikasi maka wajib untuk diserahkan bantuan.

Ivan menyampaikan untuk Kantor Pos Siau Barat melayani sebanyak 260 Kelompok Penerima Manfaat. “Kami memiliki aplikasi dan untuk masa bayar utama itu sampe 30 November 2025,” kata Ivan.

Sementara itu, Merry Lerah, Koordinator TKSK Sitaro menyampaikan pihaknya ikut membantu proses penyaluran bantuan. Menurut Merry warga yang datang sebagian orang tua sehingga butuh pendampingan. Untuk penerima yang tidak bisa datang langsung bisa mengutus perwakilan namun wajib membawa berkas yang diminta. “Kalau perwakilan wajib membawa KTP perwakilan juga kartu keluarga, prwaklan hanya bisa jadi penerima jika namanya tercantum di dalam satu keluarga,” ungkap Merry.

Salah satu warga sebagai kelompok penerima manfaat yang berhasil ditemui, Mandalita Tinungki dari Kampung Lehi mengaku sebelumnya juga menjadi penerima manfaat untuk program yang lain, dan ini kedua kalinya ia menerima bantuan dari Kementrian Sosial.

Mandalita mengaku sangat senang dia berharap pemerintah akan terus memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil. “Sangat senang sebagai penerima dan terimakaish kepada pemerintah,” kata Mandalita.

Meski bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat namun tidak berkualitasnya data bisa menganggu jalannya penyaluran. Dinas Sosial Sitaro bahkan memastikan dalam waktu dekat akan menyurati pihak Kementrian untuk perbaikan data, mengingat data yang diterima pemerintah daerah belum berubah sehingga beberapa penerima manfaat justru sudah menjnggal dunia atau sudah tidak layak menjadi penerima manfaat.

TAGGED:
Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com