ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Tim Penggerak PKK menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025 di Ballroom Sultan Raja Hotel Kotamobagu, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh OPD mitra, pengurus TP-PKK Kabupaten, ketua dan pengurus TP-PKK dari 15 kecamatan, serta sejumlah undangan terkait.
Sekretaris TP-PKK Bolmong, Silyane Lumenta Pangalila, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerda bertujuan menindaklanjuti hasil Rakerda TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025, menyelaraskan program kerja dari tingkat provinsi hingga desa, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan OPD mitra.
“Rakerda ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang lebih terarah, efektif, dan berdampak bagi penguatan gerakan PKK di Kabupaten Bolaang Mongondow,” ujar Silyane.
Ia menambahkan, pembiayaan kegiatan bersumber dari dana hibah PKK Tahun 2025. Agenda utama meliputi pembahasan integrasi program PKK dalam rencana pembangunan daerah oleh Bappeda, sinkronisasi program PKK dan Dinas PMD, serta tindak lanjut hasil Rakerda PKK Provinsi Sulut.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Bolmong, Kalsum Alhabsyi, melaporkan capaian kerja selama 9 bulan kepemimpinannya.

Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari penyuluhan pola asuh anak dan remaja, sosialisasi tertib administrasi PKK, verifikasi lapangan di 15 kecamatan, lomba Duta Stunting, Bimtek peningkatan kapasitas pengurus, hingga kolaborasi dengan dinas kesehatan, ketahanan pangan, serta PP dan KB.
“Alhamdulillah, walaupun belum maksimal, kami bersyukur karena Bolmong meraih juara 2 Duta Stunting remaja putra, juara harapan 1 Paredi, dan kategori khusus taman tercantik,” kata Kalsum.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari arahan bupati dan wakil bupati serta dukungan OPD terkait.
Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, dalam sambutannya menekankan pentingnya PKK untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam pelaksanaan program unggulan yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan keluarga.
“PKK adalah mitra strategis pemerintah. Karena itu, program kerja PKK harus menyesuaikan dengan rencana kerja pemerintah daerah. Saya optimis, ketika PKK dan OPD berjalan bersama, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” tegas Yusra.

Bupati juga mendorong PKK agar ikut mengambil peran pada pengembangan produk unggulan daerah seperti padi organik dan kelapa.
Ia mengusulkan agar PKK mulai menggarap produksi skala rumah tangga yang dapat dikemas sebagai produk khas Bolmong.
“Kalau PKK bisa menggerakkan satu desa dengan menanam padi organik di halaman rumah, ini bisa menjadi produk unggulan. Kita kemas, kita beri label PKK Bolmong, dan ini punya potensi besar untuk masuk ke pasar modern,” ujarnya.
Yusra juga menyinggung peluang produk turunan kelapa yang memiliki pasar kuat, termasuk kerja sama dengan ritel modern dan rumah makan besar di Manado.
“Pemerintah daerah siap memfasilitasi. Yang penting konsisten. Kalau PKK serius, saya yakin ini bisa menjadi gerakan besar yang mengangkat ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan Rakerda ditutup dengan harapan agar rumusan program yang dihasilkan mampu memperkuat peran PKK dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Bolaang Mongondow.


