ZONAUTARA.com – Tawa dan rasa ingin tahu siswa SMPN Satu Atap (Satap) Apado mengisi ruang kelas saat komunitas Moisipun hadir melalui kegiatan Safari Literasi, Jumat (11/12/2025). Safari Literasi di Kecamatan Bilalang, Bolaang Mongondow kali ini mengangkat tema lingkungan, dimana siswa diajak memahami pentingnya menjaga alam sejak dini.
Salah satu penggerak Moisipun, Nanu Lobangon, mengungkapkan bahwa kegiatan literasi ini memberikan dampak positif yang nyata bagi peserta didik. Menurutnya, anak-anak di wilayah tersebut menunjukkan kemampuan yang cepat dalam memahami dan menguasai materi yang diberikan.
“Setelah kegiatan literasi, saya melihat anak-anak sangat cepat memahami materi, mulai dari mengenal dan menjaga area privasi sejak dini, memahami pentingnya kelestarian alam melalui cerita dongeng, hingga cara memilah sampah berdasarkan jenisnya,” ujar Nanu.
Ia menambahkan, akses terhadap informasi dan pengetahuan menjadi bekal penting bagi anak-anak agar mampu bersaing di masa depan.
“Anak-anak yang mendapatkan informasi dan pengetahuan sejak dini memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nanu melihat bahwa nilai utama dari literasi telah tumbuh dalam diri anak-anak, yakni semangat belajar dan sikap pantang menyerah. Hal tersebut tercermin dari antusiasme mereka selama kegiatan berlangsung.

“Mereka menyambut kehadiran kami dengan sangat antusias. Dari situ kami percaya, semangat belajar mereka adalah kekuatan dan harapan, bahwa mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa perubahan bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.
Senada dengan itu, penggerak Moisipun lainnya, Andini Doludu, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Literasi dilakukan atas dasar cinta dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di berbagai wilayah.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengisi ‘tangki cinta’ kami, dengan berbagi di tempat-tempat inspiratif bersama anak-anak yang memiliki semangat yang sama untuk belajar dan mendapatkan pendidikan yang layak,” ungkap Andini.
Ia menambahkan bahwa bukan hanya kata-kata atau senyum yang mereka terima dari anak-anak, tetapi juga kehangatan dan semangat yang menyentuh hati seluruh tim Moisipun.
“Semoga kegiatan ini terus mekar dan menyirami tangki cinta kami yang sering terkuras oleh kehidupan nyata,” harapnya.

Sementara itu, Guru SMPN Satap Apado, Winda Mohi, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya sekolah mereka sebagai lokasi Safari Literasi Moisipun.
“Sebagai guru, saya sangat bersyukur sekolah kami menjadi destinasi Safari Literasi. Di zaman sekarang masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya literasi, sehingga kehadiran Moisipun sangat membantu membuka wawasan,” ujarnya.
Menurut Winda, tema lingkungan yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dan inspiratif.
“Materi yang disampaikan memberi inspirasi bagi kami untuk menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan kepada anak-anak di Apado. Semoga setelah ini minat membaca dan semangat belajar mereka semakin meningkat,” pungkasnya.


