ZONAUTARA.com – Kematian E (21) Mahasiswa Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang di ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kota Tomohon, Selasa (30/12/2025) kini memasuki babak baru. Pihak keluarga memutuskan melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Utara, Rabu (31/12/2025). Malam ini, jenazah E akan di autopsi.
“Tadi siang kami dari keluarga resmi melapor. Kami menemukan beberapa kejanggalan dari peristiwa ini di tubuh korban,” kata pihak keluarga, Niczem Wengen kepada Zonautara.com via telpon, Rabu Sore.
Menurut Niczem jenazah akan diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara. Ia menyebut adanya penemuan surat yang ditulis tangan di tempat kejadian perkara, meski belum diketahui kebenaran atau dipastikan itu ditulis korban. Namun keluarga menjadikan itu dasar laporan.
“Kami menerapkan asas praduga tak bersalah, karena rentetan kronologi kejadian hampir sama dengan isi dalam surat,” katanya.
Nickzem bercerita, orang tua korban tidak pernah cerita ataupun punya firasat tentang kejadian ini.
“Tidak pernah. Ia hanya dua kali berrencana berangkat ke Siau, tapi tidak jadi berangkat karena masih menyusun proposal. Ia rencana akan maju skripsi di tahun depan,” ujar Niczem.
Sementara itu, paman korban Richard Kabuhung menyampaikan pemberangkatan jenazah ke Pulau Siau, akan dilaksanakan setelah seluruh proses penyelidikan atau autopsi selesai.
Pihaknya tetap berupaya untuk membaya jenazah untuk dimakamkam di Kelurahan Tetahadeng, di Kecamatan Siau Timur.
Menurut Richard, kluarga terbuka untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak yang peduli dan tergerak untuk membawa peristiwa ini ke ranah hukum.
“Kami berterimakasih untuk bantuan dan kepedulian semua pihak atas peristiwa yang menimpa keluarga kami,” jelasnya.
Jenazah E, mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima), saat ini disemayamkan di rumah duka yang berada di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara.
Jenazah E ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Selasa (30/12/2025). Setelah proses penanganan awal, jenazah kemudian dibawa ke rumah kerabat Pendeta Roos Merry Kabuhung, yang merupakan tante almarhumah.
Peristiwa kematian E telah memicu gelombang aksi protes terhadap dugaan pelecehan seksual di kampus UNIMA. Berbagai protes dilayangkan masyarakat Sulawesi Utara terhadap kejadian ini. Para aktivis perempuan ikut menyerukan pengusutan tuntas kematian E.


