Banjir bandang terjang Pulau Siau Sitaro: Ada korban meninggal dan hilang

5 orang meninggal dua, tiga orang hilang

Editor: Redaktur
Kondisi Mako Polres Sitaro yang terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Senin (5/1/2026) - Foto: FB Iccel BWL

ZONAUTARA.comBanjir bandang dan tanah longsor dahsyat melanda sejumlah wilayah di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2025) dini hari. Dari informasi yang dihimpun hingga Senin pagi, bencana alam ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan tiga lainnya, termasuk seorang balita, dilaporkan hilang. Selain itu, puluhan rumah warga rusak parah dan akses jalan di beberapa lokasi utama lumpuh total akibat timbunan material banjir dan longsoran.

Menurut data yang dihimpun dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sitaro serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, dampak terparah terjadi di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta Kelurahan Paseng dan Kampung Laghaeng di Kecamatan Siau Barat. Pemerintah daerah terpaksa menunda apel perdana ASN, sementara proses pencarian korban hilang masih terus dilakukan di tengah upaya pendataan kerusakan oleh tim gabungan.

Di Kelurahan Bahu, Lingkungan III, Kecamatan Siau Timur, banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita menyebabkan lima warga ditemukan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Puluhan rumah warga juga diterjang banjir, dan hingga kini, pencarian masih berlanjut untuk tiga orang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga, termasuk seorang balita.

Kondisi serupa juga terlihat di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, di mana jalan masuk menuju Polres Sitaro mengalami kerusakan parah dan tidak bisa dilalui kendaraan. Jalan ini juga merupakan jalur utama bagi warga menuju Kecamatan Siau Barat Selatan. Akibat akses yang tertutup material banjir, apel perdana ASN yang seharusnya dilaksanakan di rumah jabatan Bupati di Kelurahan Paseng terpaksa ditunda.

Di Kampung Laghaeng, Lingkungan I, Kecamatan Siau Barat Selatan, dampak banjir bandang sangat signifikan dengan laporan dua rumah penduduk hilang, tiga rumah rusak berat, dan satu pastori rusak berat. Korban meninggal dunia dari kejadian ini diidentifikasi sebagai Rafles Kobis dan Hermina Maningide. Sementara itu, seorang balita bernama Azriel C. Tatambihe dilaporkan belum ditemukan. Beberapa warga yang telah dievakuasi dan dibawa ke RS Sawang antara lain Deiske Madundang, Dendriana Serang, dan Rafael Kobis.




Akses jalan menuju Kampung Bumbiha di Kecamatan Siau Barat juga terputus akibat timbunan material banjir berupa bebatuan besar dan kayu yang menutup jalan. Banjir yang terjadi dini hari tadi di lokasi ini tidak menimbulkan korban jiwa yang dilaporkan hingga saat ini, namun sejumlah rumah warga tampak mengalami kerusakan. BPBD Sitaro masih berupaya mendata keseluruhan dampak kerusakan di wilayah tersebut.

Selain lokasi-lokasi tersebut, laporan bencana juga diterima dari Kampung Peling dan beberapa daerah lain di Pulau Siau, yang secara keseluruhan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Kalangit mengimbau seluruh masyarakat Pulau Siau untuk tetap tenang dan meminta masyarakat tidak beraktifitas di luar rumah jika tidak sangat penting.

“Pemda dibantu masyarakat sekitar terjadinya bencana bergotong royong membantu. Kami turut berbela sungkawa dan prihatin serta berempati sedalam dalamnya kepada pihak pihak yang menjadi korban. Kami sementara mendata korban korban dan akan segera di update jika datanya sudah siap,” ujar Bupati.

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com