Update banjir bandang Pulau Siau, delapan orang meninggal akses jalan masih lumpuh

Editor: Neno Karlina Paputungan
Kondisi rumah warga di Pulau Siau usai diterjang longsor danbanjir bandang.

ZONAUTARA.com – Banjir bandang disertai tanah longsor dahsyat menerjang sejumlah wilayah di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2025) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia, satu balita dilaporkan hilang, puluhan rumah warga rusak parah, serta melumpuhkan akses jalan di beberapa titik utama.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sitaro serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, wilayah terdampak terparah meliputi Kelurahan Bahu di Kecamatan Siau Timur, serta Kelurahan Paseng dan Kampung Laghaeng di Kecamatan Siau Barat dan Siau Barat Selatan.

Pemerintah daerah setempat terpaksa menunda sejumlah agenda resmi, sementara tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang dan pendataan kerusakan.

Di Kelurahan Bahu, Lingkungan III, Kecamatan Siau Timur, banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita menyebabkan lima warga ditemukan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Puluhan rumah warga diterjang arus banjir bercampur material lumpur dan kayu.

Hingga saat ini, pencarian masih dilakukan terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga, termasuk seorang balita. Data terbaru juga menunjukkan jumlah korban jiwa bertambah dan identitas balita yang hilang telah dikonfirmasi.




Kerusakan parah juga terjadi di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat. Jalan utama menuju Markas Komando (Mako) Polres Sitaro mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dilalui kendaraan. Jalur tersebut merupakan akses vital menuju Kecamatan Siau Barat Selatan, namun kini tertutup material banjir berupa tanah, batu, dan kayu.

Akibat lumpuhnya akses tersebut, apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedianya dilaksanakan di rumah jabatan Bupati di Kelurahan Paseng terpaksa ditunda. Gedung Mako Polres Sitaro dilaporkan tertimbun material hingga setengah bangunan, dengan sekitar 50 persen fasilitas penunjang mengalami kerusakan.

Dalam kejadian ini, satu anggota Bhayangkari dilaporkan tidak sadarkan diri, sementara personel piket mengalami luka ringan.

Sementara itu, di Kampung Laghaeng, Lingkungan I, Kecamatan Siau Barat Selatan, dampak banjir bandang juga sangat signifikan. Dua rumah warga dilaporkan hilang, tiga rumah rusak berat, serta satu bangunan pastori mengalami kerusakan parah.

Korban meninggal dunia dari peristiwa ini, berdasarkan data terbaru, yakni Juanita Erlina Bangsa (21), El Kamanangan (4), Rakmon Bangsa, Joan Bangsa (20), Florensi Bawonte (72), Santi Diamanis (34), serta dua korban dari Kelurahan Paseng yang hingga kini masih dalam proses identifikasi. Balita yang belum ditemukan diketahui bernama Kananta Kairi Kansil, berusia dua bulan.

Sejumlah warga yang berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RS Sawang di antaranya Deiske Madundang, Dendriana Serang, dan Rafael Kobis. Selain itu, akses jalan menuju Kampung Bumbiha di Kecamatan Siau Barat juga terputus akibat timbunan material banjir berupa bebatuan besar dan kayu. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa di lokasi tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Laporan bencana juga diterima dari Kampung Peling, Kelurahan Paniki, Kampung Batusenggo, serta Kelurahan Ulu. Secara keseluruhan, bencana banjir bandang dan longsor ini mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang meluas di Pulau Siau.

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

“Pemda dibantu masyarakat sekitar terjadinya bencana bergotong royong membantu. Kami turut berbela sungkawa dan prihatin serta berempati sedalam-dalamnya kepada pihak-pihak yang menjadi korban. Kami sementara mendata korban-korban dan akan segera di-update jika datanya sudah siap,” ujar Chyntia.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan serta pendataan lanjutan terhadap dampak kerusakan akibat bencana.

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com