ZONAUTARA.com – Ratusan warga Kelurahan Bahu yang terdampak bencana banjir bandang di Pulau Siau, saat ini masih berada di tempat pengungsian di Gedung Museum Ulu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro mencatat sebanyak 104 jiwa menempati gedung tersebut.
Para pengungsi ini kini meminta tambahan bantuan berupa alat mandi dan popok bayi. Menurut mereka, untuk kebutuhan makanan sejauh ini sudah terpenuhi.
“Kalau makanan melimpah,” ujar Dina Bogar kepada Zonautara.com, Kamis (8/1/2026).
Namun Dina menyoroti keterbatasan alat tidur dan mandi di lokasi pengungsian.
Menanggapi permintaah tersebut, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Chyntia Kalangit pun memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak akan terpenuhi.
Soal kebutuhan ini, juga disampaikan Marthen Dame. Ia juga berharap adanya tambahan bantuan alat mandi dan kasur bagi para pengungsi.
“Sangat dibutuhkan di sini. Kalau bisa, ditambah,” kata Marthen.
Meski begitu, Marthen memahami kondisi di awal pengungsian yang masih mengalami sejumlah keterbatasan. Menurutnya, pelayanan pemerintah mulai membaik dari hari ke hari.
“Kalau hari pertama memang ada yang terlambat makan, tapi hari kedua sampai sekarang makanan sudah berlebih,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Bupati memberi jaminan bahwa setiap warga terdampak akan menerima bantuan secara merata.


