ZONAUTARA.com – Hingga hari kelima pascabencana banjir bandang yang menerjang Kelurahan Paseng, Pulau Siau, Senin (5/1/2026), kondisi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kondisinya masih sangat memprihatinkan.
Melihat kondisi ini, Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi, mengusulkan relokasi kantor tersebut.
Dari pantauan Zonautara.com, bebatuan besar bercampur lumpur serta sejumlah gelondongan kayu masih memenuhi area Mapolres Sitaro. Sejumlah jendela dan pintu terlihat retak bahkan pecah. Tidak hanya di bagian luar, lumpur juga masuk hingga ke dalam ruangan, khususnya di gedung Reskrim dan ruang pejabat utama, dengan ketebalan mencapai lebih dari satu meter.
Kondisi paling parah terlihat di aula Mapolres. Bebatuan besar memenuhi ruangan, dinding jebol, serta sebagian plafon runtuh. Informasi yang dihimpun menyebutkan, banjir datang dari arah balik bukit dan menghantam Mapolres serta sejumlah rumah warga di sekitarnya. Sejumlah anggota Polres Sitaro dilaporkan harus mendapatkan perawatan serius.
Kapolres Sitaro, AKBP Iwan Permadi, menyatakan bahwa lokasi Mapolres saat ini sudah tidak layak untuk ditempati dan mengusulkan relokasi.
“Dengan kondisi saat ini, sangat tidak mungkin berkantor di sini,” ujar Permadi, Jumat (9/1/2026).
Usulan relokasi tersebut juga disampaikan AKBP Iwan Permadi dalam rapat koordinasi bersama Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, serta Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, bersama Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, Kamis (8/1/2026), di Kantor Bupati Sitaro.
“Pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan,” kata Permadi.


