Kanwil Kemenag Sulut dan SIEJ Daerah Sulut bersinergi kuatkan gerakan ekoteologi

Editor: Redaktur
Audiensi Pengurus SIEJ Sulut dengan Kepala Kanwil Kemenag Sulut. (Foto: SIEJ Daerah Sulut)

ZONAUTARA.com Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara dan Pengurus Daerah The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Daerah Sulawesi Utara menjalin sinergi strategis dalam sebuah audiensi yang digelar di ruang kerja Kepala Kanwil Kemenag Sulut pada Senin, 12 Januari 2026.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat gerakan ekoteologi, sebuah pendekatan keagamaan untuk isu lingkungan, serta membahas persiapan event nasional Green Press Community (GPC) dan Rapat Umum Anggota (RUA) SIEJ se-Indonesia.

Pada audiensei tersebut Kepala Kanwil Kemenag Sulut, H. Ulyas Taha, menerima kunjungan Panitia GPC dan pengurus SIEJ Sulut yang dipimpin oleh Ketua Panitia GPC SIEJ, Yoseph E Ikanubun. Kolaborasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat, di mana SIEJ menyatakan ketertarikannya untuk mendukung program prioritas Ekoteologi Kemenag.

Event GPC dan RUA sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Februari 2026 di Hotel Sutan Raja Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara.

Yoseph E Ikanubun menyampaikan alasan ketertarikan pihaknya. “Kami melihat ekoteologi sebagai pendekatan yang sangat kuat karena menyentuh dimensi batin dan kesadaran manusia. Karena itu, kami berharap dapat membangun sinergi berkelanjutan dengan Kanwil Kemenag Sulut,” ujar Yoseph, yang didampingi oleh Wakil Ketua Panitia Agus Hari, Sekretaris Panitia Ady Putong, Sekretaris SIEJ Daerah Sulut Julkifli Madina, serta Deidy Wuisan.




Ia juga secara resmi mengundang Kakanwil untuk menghadiri kegiatan bertaraf nasional tersebut yang akan dihadiri oleh anggota SIEJ dari seluruh Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi keterbukaan SIEJ Sulut dalam upaya membangun kesadaran ekologis. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat krusial agar pesan-pesan keagamaan tentang tanggung jawab menjaga ciptaan dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

“Ekoteologi tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dihidupi. Karena itu, kita perlu membangun narasi yang kuat dan literasi yang baik, agar nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan bisa hadir di mimbar keagamaan, di ruang kelas, di kampus, hingga di tengah masyarakat,” ungkap Kakanwil.

H. Ulyas Taha juga menekankan peran strategis lembaga keagamaan, guru dan penyuluh agama, ASN Kemenag, tokoh agama, serta para pelajar dan mahasiswa dalam membumikan Ekoteologi sebagai gerakan moral bersama. Ia menambahkan bahwa kesadaran mencintai dan merawat lingkungan harus tumbuh dari hati, bukan semata karena aturan.

Melalui audiensi ini, Kanwil Kemenag Sulut menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas jurnalis lingkungan.

“Harapannya, gerakan Ekoteologi dapat menjadi kekuatan kolektif yang menumbuhkan kepedulian ekologis demi masa depan bumi dan generasi mendatang,” tutup Ulyas Taha.

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com