GMIST salurkan bantuan Alkitab dan bahan makanan bagi pengungsi banjir bandang di Siau

Editor: Redaktur
Warga saat menerima bantuan dari MPS GMIST berupa bahan makanan, snack dan Alkitab. (Foto: Zonautara.com/Jufri Kasumbala) 

ZONAUTARA.com – Para pengungsi banjir bandang di Pulau Siau terus menerima bantuan dari berbagai pihak. Selain bantuan sandang dan pangan, warga terdampak juga menerima bantuan Alkitab yang diperuntukkan khusus bagi umat Kristiani. Bantuan tersebut diserahkan oleh Majelis Pekerja Sinode (MPS) GMIST, Rabu (21/1/2026). 

“Spiritualitas itu penting, meskipun badan rusak, tetapi jika hati tetap tenang, tabah dan kuat pasti akan bertahan,” kata Ketua MPS GMIST, Pdt. Welman Boba, kepada media di Gedung Museum Ulu Siau. 

Berdasarkan data yang diterima, Tim Tanggap Bencana GMIST yang dipimpin langsung oleh Ketua MPS bergerak menuju Pulau Siau dengan membawa bantuan kemanusiaan bagi 317 kepala keluarga terdampak banjir bandang yang tersebar di tujuh titik pengungsian. 

Bantuan yang disalurkan meliputi bahan makanan, Alkitab, serta snack bagi anak-anak. Tim GMIST juga melaksanakan kegiatan penyembuhan trauma (trauma healing) bagi para pengungsi.

“Ini penting agar mereka tidak merasa sendiri. Kita semua sebagai warga GMIST memiliki kepedulian yang sama,” ungkap Welman. 




Kristina Bawole, salah satu warga Kelurahan Bahu yang terdampak, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Ia mengatakan tidak memiliki telepon genggam sehingga tidak dapat membaca Alkitab digital. 

“Dengan membaca Alkitab saya merasa tenang. Saya membawa kacamata, tapi yang lupa saya bawa adalah Alkitab. Terima kasih atas bantuan ini dan bantuan lainnya,” ujar Kristina, warga lanjut usia. 

Tak jauh dari Kristina, warga lainnya, Yulin Solera, tampak langsung memeluk Alkitab yang diterimanya. Menurut Yulin, beribadah di pengungsian terasa kurang lengkap tanpa Alkitab.

“Setelah banyak bantuan yang datang, salah satu yang paling membuat saya senang adalah Alkitab ini,” kata Yulin singkat. 

Di tengah puing-puing rumah dan keterbatasan di pengungsian, bantuan Alkitab menjadi penguat batin bagi para penyintas. Lebih dari sekadar buku, firman Tuhan hadir sebagai sumber pengharapan meneguhkan bahwa di balik bencana, kasih dan kepedulian sesama tetap menyala.

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com