ZONAUTARA.com – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Jumat (13/02/2026). Momentum ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi simbol kuat solidaritas dan persaudaraan antar daerah di Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Kalangit menyampaikan pesan emosional terkait kondisi masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Api Ruang pada 2024 lalu.
“Di antara deraian air mata, Tuhan tidak tidur. Dia hadir lewat Pemerintah,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia menjelaskan, sebagian masyarakatnya kini telah mengantongi KTP Bolsel sebagai bentuk ikhtiar agar pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan, dapat diakses lebih cepat dan dekat.
“Izin Pak Gubernur, masyarakat saya saat ini sudah ber-KTP Bolaang Mongondow Selatan. Mohon diterima oleh Pemkab Bolsel dan dibantu untuk fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Dengan penuh harap ia menegaskan, masyarakat Tanah Karangetang menitipkan masa depan mereka kepada Pemerintah Kabupaten Bolsel.
“Masyarakat Tanah Karangetang menyampaikan, menitip warganya ke Pemkab Bolsel. Perpindahan ini bukanlah akhir dari perjalanan masyarakat, melainkan awal dari kehidupan yang lebih aman, tertata, dan sejahtera,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, menyampaikan sambutan hangat yang disambut tepuk tangan hadirin.
“Selamat datang, telah menjadi wargaku di Bolaang Mongondow Selatan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa penerimaan ini tidak didasarkan pada perbedaan identitas apa pun.
“Bukan karena agama, bukan karena suku, karena torang samua basudara,” tegas Iskandar.
Sebagai wujud komitmen nyata, Pemkab Bolsel memastikan seluruh warga yang terdata akan didaftarkan dalam program BPJS Kesehatan.
“Seratus persen akan kami masukkan ke BPJS Kesehatan,” katanya.

Selain itu, tujuh tenaga guru telah diturunkan untuk mendukung proses belajar mengajar, serta dua perawat dan satu bidan disiapkan guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal bagi warga yang kini bermukim di Bolsel.
Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Meila Haring (35), warga Desa Modisi, mengaku bahagia dengan kehadiran warga baru yang sebagian merupakan keluarga dekatnya.
“Kami sangat senang dengan bertambahnya warga Bolsel, karena sebagian adalah keluarga dekat kami. Sekarang torang so dekat, bukan cuma hubungan darah, tapi juga sudah satu tanah, satu kampung,” ujarnya dengan senyum haru.
Menurutnya, kehadiran warga dari Tanah Karangetang justru memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ini bukan soal pindah tempat tinggal saja, tapi soal dipertemukan kembali sebagai keluarga besar. Torang siap baku-baku bantu dan hidup rukun bersama,” tambah Meila.
Kolaborasi dua pemerintah daerah ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah situasi sulit, negara hadir melalui kepedulian dan kerja bersama. Solidaritas yang terbangun bukan hanya administratif, melainkan lahir dari nilai kemanusiaan dan semangat persaudaraan yang kuat di tanah Sulawesi Utara.

