Peresmian Hunian Tetap Relokasi Korban Bencana Gunung Ruang di Bolsel, Bupati Sitaro hadir dampingi warga

Yusril Umbola
Penulis: Yusril Umbola
Editor: Redaktur
Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Kalangit hadir di lokasi Peresmian dan Serah Terima Kawasan Hunian Tetap Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunung Ruang di Modisi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, 13 Februari 2026. (Foto: Zonautara.com)

ZONAUTARA.com – Suasana haru dan penuh syukur mewarnai peresmian hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak erupsi Gunung Ruang yang kini direlokasi ke salah satu desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Jumat,(13/02/2025).

‎Peresmian tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangi, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakatnya yang kini telah resmi menetap dan menjadi bagian dari warga Bolsel.

‎Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Sitaro itu disambut hangat oleh warga relokasi. Banyak di antara mereka yang menilai kehadiran Bupati menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak lepas tangan dalam proses pemulihan pascabencana.

‎Salah satu warga, Robert Takahindangen (41), asal Desa Pumpente, mengungkapkan rasa syukurnya atas hunian baru yang kini ditempati bersama keluarga.

‎“Kalau untuk malam pertama tentu ada kendala, mulai dari kelistrikan dan air. Tapi saat ini sudah teratasi,” ujar Robert.

‎Ia menambahkan, secara umum kondisi hunian tetap yang mereka tempati jauh lebih baik dan memberikan rasa aman.

‎“Kami sangat bersyukur karena ibu masih memperdulikan kami,” tambahnya.

‎‎Harapan dapat lahan perkebunan

‎Meski bersyukur atas fasilitas tempat tinggal yang telah disediakan, Robert berharap pemerintah segera merealisasikan janji terkait pemberian lahan perkebunan bagi warga relokasi.

‎Ia mengingat kembali pertemuan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara bersama Olly Dondokambey, di mana saat itu dijanjikan lahan seluas satu hektare untuk setiap kepala keluarga.

‎“Kami berharap apa yang dijanjikan oleh Pak Olly waktu pertemuan di kantor gubernur bisa segera direalisasikan, agar bisa menambah yang terbaik bagi kehidupan kami ke depan,” harap Robert.

‎Hal senada juga disampaikan Ardana Karaseran (34), warga Desa Pumpente lainnya yang turut direlokasi.

‎“Saya bersyukur karena selama tiga hari kami di sini, makanan kami disediakan oleh pemerintah,” ujarnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa dirinya dan keluarga merasa nyaman tinggal di lokasi relokasi, meskipun saat ini mereka masih dalam proses menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

‎Peresmian hunian tetap ini menjadi langkah penting dalam proses pemulihan pascabencana erupsi Gunung Ruang. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Huntap ini menjadi simbol awal baru bagi warga untuk membangun kembali kehidupan mereka di tempat yang lebih aman dan layak.

‎Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk akses air bersih, listrik, serta dukungan ekonomi berkelanjutan seperti realisasi lahan perkebunan, agar masyarakat relokasi dapat hidup mandiri dan sejahtera di wilayah yang baru.

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com