ZONAUTARA.com – Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Forum Kolaborasi Pengelolaan Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean pada Rabu, 25 Februari 2026. Acara strategis ini, yang dibuka langsung oleh Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, mempertemukan pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan konservasi untuk mengevaluasi dan memperkuat upaya pelestarian satwa endemik maleo di kawasan vital tersebut.
Pertemuan ini bertujuan utama untuk merumuskan rencana aksi konservasi untuk periode 2025–2030 serta menguatkan kelembagaan forum yang telah aktif sejak tahun 2019. Hadir dalam kegiatan penting ini antara lain Kepala BKSDA Sulawesi Utara Danny Pattipeilohy, perwakilan BPDAS Tondano, Manajer Wildlife Conservation Society (WCS) Sulawesi Iwan Honuwu, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolsel.
Dalam sambutannya, Iskandar Kamaru menegaskan bahwa forum kolaborasi yang dibentuk sejak 2019 tersebut telah menunjukkan hasil nyata dalam menjaga habitat satwa endemik maleo di kawasan Tanjung Binerean. Berbagai inisiatif yang telah dilakukan kemudian dirumuskan dalam rencana aksi periode 2025–2030 yang disusun bersama oleh anggota forum.
“Sejak berdirinya forum kolaborasi ini pada tahun 2019, telah banyak upaya konkret yang kita lakukan dalam rangka pelestarian satwa endemik maleo. Upaya-upaya ini diwujudkan melalui rencana aksi periode 2025–2030 yang disusun bersama dengan memperhatikan isu-isu strategis serta permasalahan riil di lapangan,” kata Iskandar.
Ia juga mendorong penguatan kelembagaan forum agar ke depan mampu menghasilkan strategi konservasi yang lebih inovatif dan berbasis data. Menurut Bupati, dukungan dari para ahli dan praktisi konservasi yang terlibat dalam forum sangat krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat, termasuk pembaruan data dan penggunaan metode konservasi yang lebih mutakhir.
Sementara itu, Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Danny Pattipeilohy, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Pemerintah Kabupaten Bolsel dalam menjaga kawasan konservasi. Ia menilai komitmen yang ditunjukkan oleh Pemkab Bolsel menjadi contoh positif yang jarang ditemukan di daerah lain.
“Saya mengapresiasi Kabupaten Bolsel. Sepanjang karir saya di beberapa provinsi, jarang sekali menemukan pemerintah daerah yang fokus dan konsisten pada isu lingkungan, khususnya dalam pengelolaan areal preservasi untuk mendukung ekosistem satwa,” ujarnya.
Pertemuan tahunan ini berfungsi sebagai platform evaluasi sekaligus ajang penguatan kerja sama lintas lembaga dalam menjaga koridor hidupan liar yang dinilai sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati di wilayah selatan Sulawesi Utara.


