Limba ban hasil vulkanisir dibiarkan di tepi jalan, warga Mongondow keluhkan polusi

Yusril Umbola
Penulis: Yusril Umbola
Editor: Redaktur
Karung berisi limbah ban vulkanisir di tepi jalan AKD, Kelurahan Mongondow, Kotamobagu. (Foto: Zonautara.com)

ZONAUTARA.com – Aktivitas pembakaran limbah hasil olah ban vulkanisir di wilayah Kelurahan Mongondow, Kota Kotamobagu, menuai keluhan dari warga setempat.

Asap dan bau menyengat yang dirasakan memicu kekhawatiran akan dampak polusi terhadap lingkungan permukiman warga Mongondow.

Yanti (63), warga Mongondow, mengaku terganggu dengan asap yang diduga berasal dari pembakaran limbah di sekitar area usaha tambal ban.‎‎

Menurutnya, bau yang ditimbulkan sangat menyengat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih lokasinya tidak jauh dari rumah pelanggan tempat ia beraktivitas.‎

“Saya sampai ikut memadamkan api karena sudah terlalu dekat dan mengganggu,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).‎‎




Ia mengaku sempat membantu memadamkan api karena khawatir dampaknya semakin besar dan terus mencemari lingkungan sekitar. Ia berharap ada langkah tegas dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang, karena masyarakat berhak atas udara bersih dan lingkungan yang sehat.

‎‎Menanggapi laporan tersebut, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu, Erwin Pasambuna, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penanganan, terutama jika berkaitan dengan berbahaya.

‎‎“Kami akan segera mengambil langkah penanganan dan dalam waktu dekat akan menyurati beberapa pihak terkait. Koordinasi juga sudah kami lakukan dengan pemerintah kelurahan agar segera menyampaikan informasi ini kepada masyarakat sekitar,” jelasnya.

‎‎Ia juga mengimbau masyarakat agar proaktif melaporkan setiap dugaan pencemaran lingkungan sehingga dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.‎‎

limbah
Karung berisi limbah ban vulkanisir di tepi jalan AKD, Kelurahan Mongondow, Kotamobagu. (Foto: Zonautara.com)

Sementara itu, pemilik usaha Reza Jaya Ban, Haji Sigit Widi Sono, membantah adanya aktivitas pembakaran ban di lokasi usahanya yang terletak di ruas jalan AKD, Mongondow. Ia menjelaskan bahwa yang terlihat di depan lokasi hanyalah sisa cukuran ban bekas yang diletakkan untuk diangkut oleh mobil pengangkut sampah.

‎‎“Itu bukan ban yang dibakar, melainkan sisa cukuran ban bekas yang ditaruh di depan untuk diangkut mobil pengangkut sampah,” ungkapnya.‎‎

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya rutin membayar retribusi sampah kepada pemerintah setempat, khususnya di Kelurahan Mongondow. Menurutnya, kemungkinan terjadi keterlambatan pengangkutan akibat keterbatasan armada.‎‎

“Saya setiap tahun bayar uang distribusi sampah. Mungkin saja keterlambatan pengangkutan terjadi karena keterbatasan armada,” tambahnya.‎‎

Menindaklanjuti laporan warga, Lurah Mongondow, Hasyim Golonggom, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia memastikan tidak ditemukan adanya aktivitas pembakaran ban.‎‎

“Tidak ada pembakaran ban. Ini hanya kesalahpahaman. Yang ada hanyalah tumpukan sisa cukuran ban bekas akibat keterlambatan pengangkutan oleh DLH. Karena terlalu lama, karungnya sobek sehingga terlihat seperti sisa pembakaran,” terangnya.‎‎

limbah ban
Lurah Mongondow Hasyim Golonggom saat meninjau tempat usaha ban vulkanisir di Kelurahan Mongondow. (Foto: Yusril Umbola)

Ia menegaskan bahwa setelah pengecekan langsung dilakukan, tidak ada bukti pembakaran di lokasi tersebut. Namun dari pengamatan dan catatan Zonautara.com, penumpakan karung berisi limbah ban vulkanisir tersebut sudah kerap dilakukan dan dibiarkan begitu saja. Pada beberapa bulan lalu, Zonautara.com sempat memotret beberapa karung limbah ban serupa, dan dibiarkan dalam waktu yang cukup lama.

Lurah Mongondow mengimbau masyarakat agar lebih tertib membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan serta membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

‎‎Di sisi lain, Haji Sigit berharap agar DLH dapat mempertimbangkan penambahan armada pengangkut sampah guna menghindari persoalan serupa di kemudian hari.

‎‎“Kalau memang armada kurang, mungkin bisa ditambah agar permasalahan sampah cepat teratasi,” pungkasnya.

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com