Pertumbuhan ekonomi Sitaro meningkat, berdampak bagi masyarakat

Editor: David Sumilat
Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, bersama Wakil Bupati, Heronimus Makainas, menemui pedagang di pasar trdasional. (Foto: Zonautara.com/Jufri Kasumbala)

ZONAUTARA.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Daerah Dalam Angka 2026, pertumbuhan ekonomi Sitaro naik dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,18 persen pada 2025 (year on year).

Kepala Bappelitbangda Sitaro, Ronald Pakasi, menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan sektor-sektor strategis yang menjadi fokus pembangunan daerah.

“Tematik pertumbuhan ekonomi yang dikaitkan dengan pengembangan Sitaro Masadada Park berbasis budaya, pariwisata, dan UMKM memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi tahun 2025,” ujarnya.

Sektor UMKM dan Industri Pengolahan Tumbuh Signifikan




Dua sektor yang mencatat pertumbuhan paling menonjol adalah:

  1. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (UMKM) di tahun 2024 berada pada 6,85 persen, di tahun 2025 menjadi 14,72 persen.
  2. Sektor Industri Pengolahan (IKM), di tahun 2024 berada pada 6,82 persen, di tahun 2025 menjadi 8,39 persen.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Kenaikan angka pertumbuhan ekonomi bukan sekadar statistik. Ada sejumlah dampak nyata yang berpotensi dirasakan masyarakat:

1. Peluang Kerja Bertambah

Pertumbuhan sektor akomodasi dan industri pengolahan membuka lapangan kerja baru, baik di sektor pariwisata, kuliner, pengolahan hasil laut, maupun usaha kecil menengah.

2. Pendapatan Pelaku UMKM Meningkat

Lonjakan hingga 14,72 persen di sektor makan minum menjadi sinyal meningkatnya daya beli dan aktivitas ekonomi. Artinya, perputaran uang di tingkat lokal semakin kuat.

3. Nilai Tambah Produk Lokal

Industri pengolahan yang tumbuh menunjukkan hasil kebun dan laut tidak lagi dijual mentah, tetapi diolah lebih lanjut sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

4. Peningkatan PAD dan Pembangunan Daerah

Jika tren ini konsisten, potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan semakin besar. Dampaknya dapat dirasakan melalui pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan program sosial yang lebih baik.

Tantangan ke Depan

Meski menunjukkan tren positif, pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan seperti Sitaro tetap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan distribusi logistik, ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta konektivitas antar pulau.

Karena itu, konsistensi penguatan sektor pariwisata, UMKM, dan industri pengolahan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” harap Ronald.

Dengan capaian 5,18 persen di tahun 2025, Sitaro menunjukkan bahwa strategi pembangunan berbasis budaya, pariwisata, dan UMKM mulai memberikan dampak konkret.

Kini, yang dibutuhkan adalah menjaga momentum agar pertumbuhan tersebut semakin inklusif dan merata di seluruh daerah berjuluk negeri 47 pulau.

TAGGED:
Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com