ZONAUTARA.com – Banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengakibatkan 3.664 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak Selasa (24/3) menjadi penyebab utama meluapnya debit air sungai.
“Selasa, 24 Maret 2026, pukul 15.00-17.00 WIB, wilayah Pasuruan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa kecamatan. Banjir tersebut disebabkan oleh luapan sungai serta kondisi drainase yang kurang memadai,” kata Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur.
Tujuh kecamatan yang terdampak banjir adalah Kecamatan Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol. Wilayah terparah tercatat di Dusun Bahrowo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, dengan ketinggian air mencapai 110 centimeter. Sementara itu, di Kecamatan Rejoso, Dusun Bandaran mengalami peningkatan air hingga satu meter.
Gubernur Jawa Timur bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung lokasi bencana untuk memastikan percepatan penanganan. Mereka menyalurkan bantuan logistik berupa perahu karet, pompa air, perlengkapan bayi, paket sandang, dan bantuan pangan bagi warga di pengungsian. “Dinkes Kabupaten Pasuruan juga melakukan pemeriksaan kesehatan kelompok rentan di lokasi kejadian, sementara Dinsos Jatim melakukan trauma healing di pengungsian,” jelas Satriyo.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengaktifkan shelter di tiga kecamatan, yaitu Rejoso, Bangil, dan Winongan, serta menyiagakan ribuan nasi bungkus setiap harinya. Meski cuaca saat ini cerah berawan, petugas tetap bersiaga mengantisipasi banjir susulan. “BPBD Provinsi Jatim berkoordinasi dengan BMKG Maritim guna informasi dan pantauan pasang surut air laut. Tim BPBD bersama BPBD Kabupaten Pasuruan menyiapkan nasi bungkus bagi warga terdampak dan menyiagakan unit perahu guna membantu mobilitas warga,” kata Satriyo.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

