ZONAUTARA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bekerjasama untuk merumuskan kebijakan dalam mencari sumber pendapatan baru bagi Indonesia. Langkah ini diambil guna menghadapi tekanan ekonomi global yang tengah melanda.
Bahlil menyebutkan bahwa salah satu alternatif sumber pendapatan potensial adalah pengenaan bea keluar. Fokus utama diantaranya adalah produk hasil hilirisasi mineral seperti Nickel Pig Iron (NPI) dan komoditas batu bara. “Karena kita dalam kondisi negara seperti ini kan kita harus banyak mencari alternatif-alternatif sumber-sumber pendapatan. Salah satu di antaranya karena kita dorong untuk pengenaan pajak ekspor terhadap hasil hilirisasi,” ujarnya.
Kedua menteri sepakat mengenai urgensi pencarian sumber penerimaan baru yang andal bagi kas negara. “Saya setuju dengan Kemenkeu bahwa penting untuk kita mencari sumber-sumber pendapatan negara yang baik dalam rangka menghadapi tekanan global,” tambah Bahlil.
Namun, Bahlil menegaskan bahwa penerapan pajak ekspor, terutama untuk batu bara, tidak dilakukan secara terburu-buru. Rencana pengenaan pajak harus ditunda untuk memastikan rincian teknisnya matang. Sebagian besar produksi batu bara Indonesia merupakan kalori rendah, sedangkan yang berkalori tinggi dengan harga lebih mahal hanya 10% dari total produksi.
Pada kesempatan itu, Bahlil memastikan bahwa komunikasi antara kedua kementerian berjalan baik dan aturan akan segera diterbitkan setelah kajian selesai. “Kami tadi baru komunikasi ya. Jadi jangan peta konflik saya dengan Pak Purbaya ya. Masih dalam komunikasi,” jelas Bahlil.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

