ZONAUTARA.com – Ribuan pengunjung memadati acara Gerebeg Ketupat Syawal 1447 Hijriah di Bukit Sidogura, Desa Krakitan, Bayat, Klaten, pada Sabtu (28/3). Acara ini merupakan tradisi budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun dengan menghadirkan hiburan musik dan kirab gunungan ketupat.
Acara grebeg ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Hamaneng Wajar Ismoyo, Ketua DPRD Edy Sasongko, Forkopimda, Pj Sekda Jaka Purwanto, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Direktur BUMD Klaten. Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, Purwanto, menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya yang telah lama dijaga.
Purwanto menjelaskan bahwa acara yang bertema “harmoni dalam silaturahmi” ini menampilkan kirab 18 gunungan ketupat yang kemudian diperebutkan oleh pengunjung. “Dengan tema harmoni dalam silaturahmi, gerebeg syawal tahun ini diawali kirab 18 gunungan ketupat. Gunungan ketupat akan diperebutkan pengunjung. Selain itu, pengunjung juga disediakan 1.000 porsi ketupat siap saji,” kata Purwanto.
Camat Bayat Rokhmad Sya’hbani secara simbolis menyerahkan gunungan ketupat kepada Bupati Klaten, sedangkan Camat Kalikotes Kliwon Yoso menyerahkannya kepada Ketua DPRD Klaten. Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya menyatakan bahwa acara ini adalah momen spesial bagi masyarakat untuk bersalam-salaman dan saling memaafkan setelah berpuasa selama 30 hari.
Sementara itu, seorang pengunjung bernama Suyono dari Salatiga mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti acara tersebut. “Kali ini, saya datang bersama istri, Rini, berboncengan dengan sepeda motor. Tujuan saya ingin berjibaku dalam perebutan ketupat syawal di Bukit Sidogura. Alhamdulillah dapat dua dan ketupat ini akan saya tanam di sawah untuk mengusir hama tikus,” ujarnya. Tradisi ini sejak 1970 menjadi sarana mempererat kebersamaan dan nilai spiritual masyarakat pasca-Idul Fitri.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

