ZONAUTARA.com – Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas industri aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) pada akhir pekan lalu. Serangan ini diklaim sebagai balasan terhadap industri yang dianggap terafiliasi dengan militer Amerika Serikat.
Serangan ini dilaporkan terjadi di tengah berlangsungnya konflik di Timur Tengah yang dimulai sejak akhir Februari dan memasuki bulan kedua. Beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, menjadi target serangan Iran sebagai balasan atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menurut pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB, Garda Revolusi menargetkan fasilitas aluminium di UEA serta pabrik utama Aluminium Bahrain (Alba). Mereka menuduh bahwa kedua lokasi tersebut terhubung dengan sektor militer dan kedirgantaraan AS di kawasan itu.
Aluminium Bahrain, salah satu produsen aluminium terbesar di dunia, melaporkan bahwa dua orang karyawan mereka mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Sabtu tersebut. Sementara itu, Emirates Global Aluminium di UEA mengonfirmasi adanya kerusakan signifikan di salah satu fasilitasnya di Abu Dhabi, dengan enam pekerja terluka.
Sebelumnya, pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa Israel akan “membayar harga mahal” atas serangan yang dilakukan terhadap fasilitas baja dan nuklir utama di Iran.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

