SBY Ungkap Peran Penting Juwono Sudarsono dalam Reformasi TNI

SBY menyebut Juwono Sudarsono berperan penting dalam reformasi TNI pasca-Reformasi 1998.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan bahwa Juwono Sudarsono merupakan sosok yang berperan penting dalam reformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pasca-Reformasi 1998. Kedekatan keduanya bermula dari diskusi mengenai strategi pertahanan ketika SBY masih menjadi perwira menengah di TNI dan berlanjut hingga Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet SBY.

SBY mengenal Juwono sejak dirinya menjabat sebagai letnan kolonel dari satuan tempur serta menjadi dosen di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). “Saya mengenal Almarhum secara pribadi, ini ceritanya sejak saya masih menjadi perwira muda, saya Letnan Kolonel dari satuan tempur, tapi pernah menjadi dosen Seskoad. Saya mulai berkomunikasi dengan beliau,” ungkap SBY saat menghadiri persemayaman Juwono di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Menurut SBY, Juwono adalah akademisi dan pemikir strategis yang visinya bukan hanya berlaku untuk konteks nasional tetapi juga global. Juwono pernah menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, dan dinilai memiliki pemikiran yang cemerlang di bidang hubungan internasional dan pertahanan.

Kesamaan pandangan antara SBY dan Juwono terlihat jelas di era Reformasi, terutama terkait peran TNI yang didorong untuk kembali ke fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara. “Dan ketika saya mengemban tugas waktu itu, 1998 di era Reformasi, agar TNI kembali ke jati dirinya, tidak berpolitik praktis, tapi sebagai kekuatan pertahanan yang diandalkan, Mas Juwono memiliki pandangan yang sama,” tambah SBY.

Kerja sama mereka semakin kokoh ketika SBY mengundang Juwono untuk bergabung dalam kabinet sebagai Menteri Pertahanan. “Dengan kesamaan pandangan itulah singkat kata ketika saya mengemban amanah memimpin Indonesia, beliau saya ajak dan beliau berkenan untuk menjadi Menteri Pertahanan,” katanya. SBY menekankan bahwa keselarasan pandangan mereka menjadi fondasi berbagai kebijakan pertahanan, termasuk modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia.




Juwono Sudarsono yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa Presiden Abdurrahman Wahid dan SBY, meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar duka tersebut.

Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com