ZONAUTARA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, menyampaikan sejumlah catatan penting dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar Senin (30/3/2026), di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.
Dalam forum tersebut, Sofyan menegaskan bahwa berbagai persoalan daerah sebenarnya telah tergambar sebelumnya. Namun, menurutnya, tantangan utama saat ini terletak pada keterbatasan anggaran yang berdampak langsung pada pelaksanaan program.
“Perencanaan bisa saja disusun sebaik mungkin, tetapi ketika masuk pada tahap penganggaran dengan kemampuan fiskal yang terbatas, banyak program akhirnya tidak dapat dialokasikan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, proyeksi pendapatan daerah tahun 2027 mengalami penurunan signifikan, Kondisi ini membuat ruang fiskal semakin sempit. Dari hasil peninjauan yang dilakukannya, hampir tidak ada kegiatan maupun program baru yang bisa diakomodasi.
“Situasi ini tentu berpengaruh terhadap pencapaian indikator RPJMD. Jika tidak diantisipasi, pertumbuhan ekonomi bisa melambat, angka kemiskinan berpotensi meningkat, begitu juga dengan tingkat pengangguran,” jelasnya.
Sofyan menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh perangkat daerah. Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah lebih fokus pada tema pembangunan tahun 2027, yakni penguatan identitas budaya dan ketahanan sosial untuk pembangunan yang inklusif.
“Tema sudah jelas, maka kita harus fokus pada prioritas di dalamnya. Harus ada skala prioritas yang tegas, mulai dari pemenuhan SPM hingga program strategis nasional yang relevan,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa tahapan evaluasi ke depan tidak semata-mata melihat capaian tahun sebelumnya, tetapi juga harus memperhatikan arah kebijakan serta penguatan tema dan subtema pembangunan.
Di akhir musrembang Sofyan meminta seluruh pihak dapat memahami kondisi keterbatasan anggaran yang dihadapi daerah. Ia bahkan menyebut adanya informasi dari pemerintah pusat terkait kemungkinan penyesuaian atau pemangkasan anggaran yang masih akan berlanjut.
“Kita perlu menyikapi ini dengan bijak dan realistis. Dengan anggaran yang terbatas, kita harus benar-benar selektif dalam menentukan program prioritas,” pungkasnya.


