ZONAUTARA.com – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 60 triliun. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks transformasi budaya kerja yang lebih efektif, efisien, produktif, dan berbasis digital.
Airlangga menyampaikan hal ini dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, di Jakarta. Keduanya berbicara mengenai kebijakan pemerintah dalam menghadapi dinamika global di tengah konflik antara Iran versus Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Airlangga, penerapan kebijakan WFH ini bukan hanya untuk merespons situasi global saat ini, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan pemerintahan. “Transformasi budaya kerja ini mendorong perilaku kerja yang lebih efektif, efisien, dan produktif,” ujar Airlangga.
Kebijakan ini juga mencakup pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kinerja ASN yang tetap dapat dilakukan meskipun tidak hadir secara fisik di kantor. Dengan begitu, penghematan anggaran diperoleh dari berkurangnya kebutuhan operasional kantor, seperti penggunaan listrik, air, dan fasilitas lainnya.
Pemerintah berharap dengan adanya kebijakan ini, ASN bisa lebih fleksibel dalam bekerja tanpa mengurangi kualitas dan produktivitas kerja. Langkah ini dinilai relevan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global yang sedang berlangsung.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

