Gempa M7,6 di Sulut: Pemprov aktifkan posko tanggap darurat

Penulis: David Sumilat
Editor: Redaktur
Situasi di sekitar Gedung Olahraga KONI Sulut di Manado, pasca gempa yang terjadi pada 2 April 2026. (Foto: Zonautara.com/Tonny Rarung)

ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara gerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis pagi, (2/4/2026).

Langkah-langkah strategis segera diambil guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak bencana.

Gempa yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, sempat memicu peringatan dini tsunami. Kenaikan muka air laut terdeteksi di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter dan di Bitung 0,2 meter. Hingga laporan awal, satu korban jiwa tercatat di Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Menanggapi situasi tersebut, Pemprov Sulut langsung mengaktifkan protokol tanggap darurat.

“Posko Tanggap Darurat dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dioperasikan untuk memantau perkembangan secara real-time,” tulis Kabid PIP Diskominfo Sulut, Clif Wangke dalam keterangannya.




Di saat yang sama, koordinasi lintas sektoral diperkuat dengan melibatkan BMKG, BNPB, BPBD kabupaten/kota, serta unsur TNI dan Polri guna memastikan proses evakuasi dan pengamanan berjalan efektif.

Instruksi evakuasi segera disampaikan kepada pemerintah daerah di wilayah terdampak, khususnya bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir.

Warga diarahkan menuju titik-titik aman, sementara fasilitas pengungsian mulai disiapkan untuk menampung para korban.

Pendataan kerusakan dan korban juga dilakukan secara masif. Laporan awal mencatat sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan, di antaranya Kantor Wali Kota Manado, RS Bethesda Tomohon, rumah ibadah, serta permukiman warga di wilayah Minahasa, Bitung, dan Tomohon.

Di tengah situasi yang berkembang, pemerintah juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang jelas dan terarah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Gubernur Yulius Selvanus telah melaporkan kejadian ini kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Hingga kini, proses pendataan masih berlangsung di 15 kabupaten dan kota terdampak, dengan laporan lanjutan yang akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.

Ia juga menginstruksikan jajaran pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada korban, termasuk penanganan bagi korban jiwa.

Pemprov Sulut menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh warga serta mempercepat proses pemulihan, khususnya terhadap infrastruktur yang terdampak akibat bencana tersebut.

Follow:
Pewarta yang menggeluti jurnalisme data, lingkungan, dan lainnya, telah menjelajahi berbagai aspek jurnalistik selama lebih dari 10 tahun.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com