Gubernur Kalimantan Tengah Jamin Efisiensi Tidak Hambat Pembangunan

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, pastikan efisiensi anggaran tidak hambat pembangunan dan layanan publik.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak akan menghambat laju pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di daerah tersebut. Pemangkasan anggaran hanya akan menyasar pos belanja yang masih bisa diperkecil tanpa menyentuh sektor layanan publik, seperti yang dinyatakannya pada Kamis (2/4/2026) di Palangka Raya.

Agustiar mengungkapkan penyesuaian anggaran dari semula sekitar Rp10,3 triliun menjadi Rp5,3 triliun. Meskipun demikian, program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat tidak akan dikorbankan. Pemerintah Provinsi tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan publik dan melanjutkan pembangunan infrastruktur meskipun disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Dengan kondisi anggaran yang ada, kita harus lebih bijak menentukan prioritas. Program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat akan tetap kita jalankan,” ujarnya.

Pemprov Kalimantan Tengah juga mengatur ulang pola kerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari langkah efisiensi, termasuk menerapkan work from home (WFH) setiap Jumat. Kebijakan ini dianggap dapat menekan belanja operasional tanpa mengurangi produktivitas kerja pegawai. “WFH tentu akan dijalankan di Kalteng, karena itu juga salah satu upaya penghematan anggaran daerah untuk listrik, internet, dan lain-lain,” jelas Agustiar.

Menurutnya, kebijakan WFH akan diterapkan secara selektif pada dinas yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Efisiensi tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat. Selain itu, pemangkasan jam kerja akan diberlakukan bagi instansi non-pelayanan, sementara unit yang berhubungan langsung dengan masyarakat tetap beroperasi normal. “Masih kami pelajari dan kami seleksi agar pelayanan tetap optimal dan pemotongan jam kerja tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Agustiar menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah. Ia berpendapat bahwa harmoni antar-suku dan agama merupakan modal utama dalam mendorong pembangunan daerah.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com