ZONAUTARA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa Indonesia akan memulai pembangunan Cadangan Penyangga Energi (CPE) berupa fasilitas tangki penyimpanan minyak baru pada Mei 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan akibat konflik geopolitik global.
Saat ditanya mengenai perkembangan terbaru dari rencana ini setelah libur Lebaran, Bahlil menjelaskan bahwa tahap studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) masih berlangsung sesuai jadwal, dan ia optimis pembangunan akan dimulai bulan depan. “Masyaallah baru habis Hari Raya. Saya kan bilang bahwa akan dilakukan di bulan Mei, kan FS kan lagi jalan ya,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, pembangunan fasilitas baru ini dianggap sangat penting karena kapasitas penyimpanan yang ada saat ini hanya mampu menjaga stok energi dalam batas minimum standar nasional. “Kita dari negara mana aja yang penting ada. Itu pun kita masih harus berebut dengan negara lain,” tegasnya, menggambarkan kompleksitas persaingan pasokan minyak di pasar internasional.
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dapat mencakup 20 hingga 23 hari. “Kenapa kita gak melakukan persediaan lebih dari 25 hari, kalau diadakan mau disimpan di mana? storagenya gak cukup,” ungkap Bahlil menepis kesalahpahaman mengenai kapasitas penyimpanan minyak di Indonesia.
Pemerintah, lanjut Bahlil, melalui arahan Presiden Prabowo Subianto, juga telah memerintahkan pembangunan kilang penampungan BBM yang ditargetkan dapat meningkatkan stok BBM hingga cukup untuk tiga bulan. Hal ini dilakukan guna memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

