ZONAUTARA.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan menindak tegas aksi premanisme yang terjadi di Ibu Kota, terutama setelah insiden yang dialami seorang sopir bajaj di wilayah Tanah Abang. “Tidak ada kompromi lagi. (Untuk) premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak tegas),” kata Pramono saat memberikan keterangan di Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).
Pramono menyatakan telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait untuk segera bertindak. “Saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap itu,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keamanan harus diwujudkan melalui peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga menjadi kota yang aman bagi warganya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat pengawasan di titik rawan serta meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga untuk memastikan keamanan menyeluruh, termasuk bagi pedagang kecil dan sektor informal.
Pada Jumat (10/4), sebuah video di media sosial menunjukkan pengemudi bajaj di Tanah Abang dimintai “uang setoran” oleh seorang pria, sementara pedagang bakso di Kebon Sirih menghadapi aksi serupa dengan kerugian mangkok rusak karena menolak membayar iuran sebesar Rp100 ribu.
Diolah dari laporan Antara.

