ZONAUTARA.com – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan pentingnya memperkuat pemberdayaan kelompok rentan di Sulawesi Barat. Dalam forum audiensi bersama Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka di Jakarta, Senin (13/4/2026), Agus Jabo menyampaikan bahwa langkah ini merupakan strategi utama dalam usaha pengentasan kemiskinan berkelanjutan.
Agus Jabo menyoroti bahwa kuota bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memerlukan peningkatan. Secara nasional, ada sekitar 2 juta KPM yang membutuhkan intervensi melalui program pemberdayaan, sementara kuota tahun ini hanya 200 ribu KPM, naik dari sebelumnya 15 ribu. “Kita dorong agar kuota ini terus ditingkatkan, sehingga makin banyak keluarga, khususnya orang tua siswa Sekolah Rakyat, dapat mandiri secara ekonomi,” ujar Agus Jabo.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyatakan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat, dengan pembentukan dua sekolah di Polewali Mandar dan Mamuju yang masih dalam tahap pembangunan di lahan seluas 6 hingga 8 hektare. Angka kemiskinan ekstrem daerah tercatat 1,4 persen dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,36 persen. “Kami berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam program Penerima Bantuan Iuran (PBI),” kata Suhardi.
Agus Jabo menanggapi kebutuhan verifikasi data dengan menegaskan perlunya koordinasi antar lembaga. Ia menjelaskan bahwa Kemensos rutin meng-update data melalui Surat Keputusan Menteri Sosial setiap bulan. “Bagi yang sudah tidak memenuhi syarat akan dikeluarkan, sementara masyarakat yang membutuhkan dapat diusulkan mengisi kuota baru,” tambahnya.
Direktur Komunitas Adat Terpencil Kemensos, I Ketut Supena, melaporkan perkembangan pemberdayaan di Sulawesi Barat, mencakup 106 orang tua di Mamuju dan 71 di Polewali Mandar. Program ini termasuk asesmen potensi usaha orang tua siswa dan dimaksudkan agar intervensi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Diolah dari laporan Tirto.id.

