ZONAUTARA.com – Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden China Xi Jinping memberikan jaminan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa China tidak menyalurkan senjata kepada Iran selama konflik berlangsung. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah konferensi pers di Washington, D.C. pada Rabu (18/2/2026).
“Presiden Xi memastikan kepada Presiden Trump bahwa mereka tak memasok senjata kepada Iran selama konflik berlangsung, dan jaminan tersebut disampaikan kepada presiden,” kata Leavitt dalam konferensi pers tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, turut menyoroti ketergantungan China terhadap minyak Iran. “China membeli 90 persen lebih minyak Iran, yang kira-kira jumlahnya delapan persen dari kebutuhan energi China,” ungkap Bessent, menandaskan bahwa blokade di Selat Hormuz dapat mempengaruhi pembelian minyak mentah tersebut.
Lebih lanjut, Bessent menyatakan bahwa dua bank China telah mendapatkan peringatan dari Kementerian Keuangan AS terkait potensi sanksi jika ditemukan ada transaksi keuangan dengan Iran. “Dua bank China telah menerima surat dari Kementerian Keuangan AS. Saya tak akan sebutkan nama banknya, tapi kami katakan pada mereka kalau terbukti ada uang Iran yang mengalir melalui rekening mereka, kami akan berikan mereka sanksi sekunder,” jelas Bessent.
Keputusan tersebut menunjukkan langkah tegas Amerika Serikat dalam memastikan tak ada aliran senjata dari China ke Iran, sekaligus menyoroti ketegangan ekonomi terkait perdagangan minyak di kawasan tersebut.
Diolah dari laporan Antara.

