Mengapa Ikan Sapu-Sapu Tidak Layak Dikonsumsi?

Ikan sapu-sapu dari perairan tercemar tidak layak konsumsi karena mengandung logam berat berbahaya dan merupakan spesies invasif.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Pertanyaan mengenai alasan ikan sapu-sapu tidak boleh dimakan tengah menjadi perhatian, terkait dengan operasi pengendalian spesies bernama latin Pterygoplichthys pardalis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu dari lingkungan tercemar tidak layak dikonsumsi.

Ikan sapu-sapu, yang berasal dari Sungai Amazon di Amerika Selatan, masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias dan menyebar ke perairan umum. Sebagai ‘bottom feeder’, ikan ini mengonsumsi detritus, alga, dan sedimen di dasar sungai yang sering kali tercemar limbah industri dan domestik. Kemampuan bertahan hidup di lingkungan dengan kadar oksigen rendah membuatnya mampu hidup di sungai-sungai tercemar seperti di Jakarta, dan menyebabkan tubuhnya menyerap zat berbahaya.

Penelitian oleh Laksmi Nurul Ismi dkk dalam Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi pada 2019 menunjukkan kadar logam berat dalam ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung melampaui batas aman. Analisis menunjukkan adanya kandungan arsen, kadmium, merkuri, dan timbal yang melebihi batas BPOM. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan, “Kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh Kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali.”

Temuan ini didukung oleh penelitian lain oleh Dewi Elfidasari dkk yang dipublikasikan pada 2023. Meskipun ada studi yang menunjukkan kadar logam berat di bawah ambang batas di beberapa wilayah lain, penelitian di wilayah hilir Jakarta yang lebih tercemar secara konsisten menemukan kandungan logam yang lebih tinggi.

Selain itu, logam berat yang terkandung dalam ikan sapu-sapu bersifat bioakumulatif dan tidak dapat dihilangkan dengan memasak. Konsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Ikan ini juga dikenal sebagai spesies invasif yang merusak ekosistem dan memperburuk risiko banjir di Jakarta.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com