Tujuh Keluarga Korban Kecelakaan KRL Melapor ke Posko DVI RS Polri

Tujuh keluarga korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur melapor ke Posko DVI RS Polri untuk proses identifikasi jenazah.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem),” kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.

Data dari keluarga sangat diperlukan untuk mencocokkan identitas korban dari kantong jenazah yang saat ini masih ditangani tim forensik. Prima menjelaskan bahwa RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari, yang semuanya berjenis kelamin perempuan dan masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI.

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data setelah kematian (post mortem) hasil pemeriksaan forensik. “Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi. Kami terus melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan,” ucap Prima.

Prima menambahkan, pihaknya masih membuka layanan bagi keluarga lain yang belum melapor dan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut untuk segera datang ke Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati. Dokumen yang disarankan untuk dibawa antara lain identitas diri korban, foto yang memperlihatkan kondisi gigi, dan dokumen yang memiliki rekam sidik jari seperti ijazah. “Data-data tersebut sangat membantu tim dalam mempercepat proses identifikasi,” ucap Prima.




RS Polri menargetkan hasil sementara identifikasi dapat diumumkan dalam waktu dekat, seiring terus bertambahnya data yang masuk dari pihak keluarga korban. Adapun PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebutkan korban meninggal dunia atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, bertambah menjadi 14 orang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan, “Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.” Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Diolah dari laporan Antara.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com