ZONAUTARA.com – Adira Finance optimistis dapat mencapai pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026. Niko Kurniawan Bonggowarsito, Wakil Direktur Utama Adira Finance, menjelaskan bahwa keberhasilan ini ditopang oleh dukungan pemerintah dan otoritas dalam menjaga inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, Adira Finance tetap waspada terhadap berbagai sentimen negatif yang mempengaruhi ekonomi, termasuk dampak dari perang di Timur Tengah. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian yang didukung oleh empat pilar bisnis utama.
Salah satu masalah utama yang dihadapi industri multifinance saat ini adalah maraknya pinjaman online ilegal. Niko menjelaskan bahwa Adira Finance mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah dan industri untuk mengatasi masalah ini. Peningkatan edukasi masyarakat juga dianggap penting untuk menjaga kredibilitas industri pembiayaan.
Dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia pada 29 April 2026, Niko Kurniawan menegaskan bahwa langkah-langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai tantangan bisnis, termasuk persoalan pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat.
Adira Finance berkomitmen untuk terus meningkatkan performa bisnisnya sembari berkontribusi pada edukasi keuangan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pinjaman yang tidak resmi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

