ZONAUTARA.com – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) melaporkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, mencapai 313,85% hingga akhir 2025. Peningkatan ini terjadi setelah Bank BSN melaksanakan proses spin off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, serta integrasi aset dan liabilitas dari Bank Victoria Syariah dan Unit Usaha Syariah BTN.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Bank BSN pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp83,64 miliar, meningkat dari Rp20,21 miliar pada tahun sebelumnya. Tidak hanya laba bersih, total aset juga melonjak drastis sebesar 2.104,5% menjadi Rp73,07 triliun dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai Rp3,31 triliun.
Bank BSN yang kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset, juga mencatat peningkatan yang signifikan dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sepanjang tahun 2025, DPK mencapai Rp58,73 triliun atau tumbuh 4.206,5% dari Rp1,36 triliun pada tahun 2024. Penyaluran pembiayaan Bank BSN pada 2025 mencapai Rp54,87 triliun, naik drastis 4.083,8% dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,31 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat pada pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib yang mencapai Rp2,73 triliun, meningkat 1.112,3% dari Rp224,8 miliar pada tahun sebelumnya. Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti kepercayaan para pemangku kepentingan atas transformasi yang dilakukan perseroan.
“Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder. Dukungan BTN sebagai induk menjadi motor bagi Bank BSN untuk memberikan performa terbaik,” ujar Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (6/5).
“Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital-minded. Seluruh layanan akan disambungkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat kapan saja dan di mana saja,” katanya.
Bank BSN juga berkomitmen untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah dan meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia. Memasuki akhir 2025, Bank BSN memiliki 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, tiga outlet prioritas, serta 546 kantor layanan syariah yang terintegrasi dengan jaringan ATM PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

