ZONAUTARA.com – Pemerintah Iran mengonfirmasi sedang meninjau proposal perdamaian yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 6 Mei 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung di kawasan Timur Tengah selama dua bulan terakhir dan berdampak pada penurunan harga minyak dunia.
Kementerian Luar Negeri Iran melalui kantor berita semiresmi ISNA mengonfirmasi bahwa Teheran sedang mempertimbangkan draf tersebut secara mendalam dan akan menyampaikan tanggapan resmi melalui mediator Pakistan setelah mencapai kesimpulan akhir.
Namun, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa internal Iran masih terbelah. Seorang pejabat anonim yang dihubungkan dengan Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa proposal terbaru dari Washington mengandung sejumlah ketentuan yang tidak dapat diterima.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran bisa segera berakhir jika Teheran bersedia mencapai kesepakatan. Namun, dia juga memberikan peringatan bahwa jika kesepakatan gagal, AS siap melancarkan serangan baru dengan intensitas lebih tinggi.
Berita mengenai proposal ini mempengaruhi pasar komoditas, dengan harga minyak mentah Brent turun 11 persen ke level di bawah US$98 per barel. Harga kembali naik ke sekitar US$103 per barel, tetapi penurunan tetap signifikan. Di sektor keuangan, saham-saham Eropa seperti indeks Stoxx 600 dan FTSE 100 London mengalami kenaikan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

