ZONAUTARA.com – Pemulihan terumbu karang yang rusak kini semakin inovatif dengan memanfaatkan teknologi speaker bawah laut. Metode bernama acoustic enrichment ini digunakan untuk memutar suara ekosistem laut yang sehat dengan tujuan mengembalikan kehidupan pada kawasan karang yang sepi akibat kerusakan.
Penggunaan teknologi ini berawal dari pemahaman bahwa terumbu karang yang sehat dipenuhi oleh suara beragam organisme laut, seperti ikan dan udang pistol. Suara alami tersebut berfungsi sebagai penanda bagi ikan muda untuk menemukan habitat yang aman. Sebaliknya, saat terumbu karang mengalami kerusakan akibat berbagai faktor seperti pemutihan dan polusi, kawasan tersebut menjadi sunyi dan kurang menarik bagi kehidupan laut.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada tahun 2019 mengungkapkan keberhasilan teknologi ini di Great Barrier Reef. Tim dari University of Exeter, University of Bristol, James Cook University, dan Australian Institute of Marine Science menemukan bahwa penggunaan speaker bawah laut berhasil menggandakan jumlah ikan yang kembali ke area yang rusak. Selain itu, keragaman spesies meningkat sekitar 50% di lokasi dengan rekaman suara dibandingkan dengan lokasi tanpa rekaman.
Steve Simpson, salah satu peneliti, menyatakan bahwa suara memainkan peran penting dalam membantu ikan muda mencari habitat baru. “Terumbu karang yang sehat merupakan tempat yang sangat berisik,” ujarnya, menekankan bagaimana suara alami membantu ikan menentukan lokasi yang tepat untuk hidup.
Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Woods Hole Oceanographic Institution di US Virgin Islands menunjukkan bahwa pemutaran suara reef sehat mampu meningkatkan penempelan larva karang hingga 1,7 kali lebih tinggi. Meskipun masih memerlukan perlindungan dan tindakan terhadap perubahan iklim, teknologi ini membawa harapan baru bagi restorasi ekosistem laut.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

