ZONAUTARA.com – Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat telah memutuskan untuk melonggarkan impor bahan bakar diesel dan avtur yang diproduksi dari minyak mentah Rusia, dengan syarat minyak tersebut telah melalui penyulingan di negara ketiga. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan biaya hidup domestik di tengah perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung selama 1.547 hari. Namun, keputusan ini memicu kemarahan dari Uni Eropa yang menilai langkah tersebut tidak tepat.
Seperti dilaporkan The Guardian pada Rabu (20/05/2026), kebijakan Inggris tersebut mengikuti jejak Amerika Serikat yang sebelumnya memperpanjang kelonggaran sanksi untuk Rusia. Minyak mentah Rusia sebelumnya dikirim ke negara-negara seperti India dan Turki untuk disuling, lalu dijual kembali dengan label produk lokal. Praktik ini dituduh sengaja dibiarkan agar Rusia dapat terus menerima pendapatan guna membiayai perang di Ukraina.
Regulasi pelonggaran impor ini diberlakukan oleh Inggris untuk meredam lonjakan biaya hidup dalam negeri. “Aturan baru ini mulai berlaku pada hari Rabu dan akan berdurasi tanpa batas waktu, meskipun akan ditinjau secara berkala dan dapat diubah atau dicabut,” demikian bunyi pengumuman resmi dari Pemerintah Inggris.
Keputusan sepihak ini mendapat kecaman dari Uni Eropa. Valdis Dombrovskis, Komisaris Ekonomi Uni Eropa, menyatakan dalam konferensi pers bahwa langkah ini sangat tidak tepat, terutama di tengah Rusia menikmati keuntungan dari gangguan energi global akibat perang di Iran. “Dari sudut pandang Uni Eropa, kami tidak berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk meredakan tekanan terhadap Rusia,” tegasnya.
Selain bahan bakar diesel, Inggris juga meluncurkan lisensi khusus untuk memuluskan layanan transportasi maritim gas alam cair dari proyek Sakhalin-2 dan Yamal Rusia hingga 1 Januari 2027. Di sisi lain, ketegangan geopolitik meningkat saat Rusia mengancam Latvia di forum PBB, menyusul tuduhan terhadap Ukraina yang dinilai menyusun strategi serangan drone melalui negara-negara Baltik.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

