China dan Iran Kembangkan Bisnis di Wilayah Pendudukan Rusia

Perusahaan China dan Iran ekspansi bisnis di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, terutama Donetsk dan Luhansk.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Perusahaan-perusahaan dari China dan Iran dilaporkan memperluas operasional bisnisnya di wilayah Ukraina yang saat ini diduduki oleh Rusia, khususnya di wilayah Donetsk dan Luhansk. Aktivitas tersebut berlangsung di tengah situasi perang yang belum mereda dan semakin meningkatnya isolasi ekonomi terhadap kawasan tersebut.

Laporan dari lembaga pemantau Eastern Human Rights Group (EHRG) yang berbasis di Ukraina menunjukkan bahwa sedikitnya ada 17 perusahaan China yang beroperasi di wilayah ini. Mereka beroperasi di sektor-sektor seperti pertambangan, konstruksi, telekomunikasi, hingga layanan keuangan. Salah satu kerja sama yang menonjol adalah pada November 2023 ketika dua perusahaan China, Zhongxin Heavy Industrial Machinery dan Amma Construction Machinery, menandatangani kontrak untuk memasok mesin penghancur batu guna proyek konstruksi di Donetsk. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Evgeny Solntsev, yang saat itu menjabat sebagai ‘perdana menteri’ Republik Rakyat Donetsk yang dibentuk separatis pro-Rusia.

“Saya yakin bahwa potensi kerja sama kita sangat besar, dan kita baru mulai mengimplementasikannya,” ujar Solntsev melalui kanal Telegram resminya, yang dikutip oleh Al Jazeera pada Jumat (22/5/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan perwakilan perusahaan China berdiri bersama pejabat separatis dengan latar bendera China, Rusia, dan Republik Rakyat Donetsk. Peralatan dari perusahaan China tersebut digunakan dalam aktivitas tambang Karansky di bagian selatan Donetsk, dan batu hasil tambang digunakan untuk berbagai proyek pembangunan di wilayah pendudukan Rusia, termasuk kota pelabuhan Mariupol yang rusak parah akibat perang.

Menurut laporan, pembangunan di Mariupol menjadi salah satu proyek terbesar Rusia setelah pengepungan kota itu pada awal 2022 dengan sejumlah bangunan berdiri di atas area kuburan massal korban sipil. Peneliti EHRG, Maksym Butchenko, menyatakan bahwa kehadiran perusahaan asal China menjadi bagian dari “integrasi bayangan” Rusia terhadap wilayah pendudukan. “Ini adalah preseden yang mengancam dari sudut pandang politik dan hukum internasional karena melanggar perjanjian internasional,” tegas Butchenko.

Sementara itu, ekonomi di Donetsk dan Luhansk kini semakin bergantung pada China, dengan yuan menjadi mata uang yang lazim digunakan di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat sistem pembayaran elektronik China dan layanan pertukaran mata uang melalui Telegram. Dilaporkan, sebanyak 79 bank di wilayah pendudukan memperdagangkan yuan. Walaupun secara resmi Beijing menyatakan netral dalam konflik Rusia-Ukraina dan tetap mendukung “integritas teritorial” Ukraina, perusahaan China disebut terus memanfaatkan peluang bisnis di wilayah pendudukan.




“China tidak melarang bisnis di wilayah pendudukan Rusia, tetapi menutup mata terhadap beberapa hal,” ucap analis politik Ukraina, Volodymyr Fesenko. Di sisi lain, Kyiv telah menjatuhkan sanksi pada beberapa perusahaan China, termasuk Alibaba dan China National Petroleum Corporation. Namun, ketergantungan pada beberapa perusahaan China dalam bidang teknologi dan telekomunikasi masih sulit dihindari. Seorang ahli telekomunikasi yang berafiliasi dengan pemerintah Ukraina menjelaskan bahwa harga produk Huawei jauh lebih rendah dan para teknisinya bisa menyelesaikan masalah sistem dengan cepat.

Selain China, Iran juga meningkatkan pengaruh ekonominya di wilayah pendudukan Rusia. Menurut EHRG, Teheran membeli gandum dan batu bara dari Donbas serta mulai mengintegrasikan kawasan tersebut ke dalam rantai logistik Iran. Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Luhansk Pavel Kovalev mengatakan bahwa produsen lokal siap untuk memasok kebutuhan tambahan.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com