Serangan Skala Besar Rusia di Ukraina Tewaskan Empat Orang

Serangan besar-besaran Rusia di Ukraina menyebabkan empat orang tewas dan puluhan lainnya cedera.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina, menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya, dengan Kyiv sebagai target utama. Menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serangan yang melibatkan ratusan drone dan puluhan rudal ini juga menghantam area lain, mengakibatkan setidaknya 83 orang terluka.

Empat orang tewas di ibu kota dan sekitarnya, ledakan terdengar sepanjang malam hingga Minggu, dengan laporan kerusakan pada bangunan perumahan dan sekolah. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan rudal hipersonik Oreshnik digunakan dalam serangan ini sebagai tanggapan atas “serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil.” Presiden Vladimir Putin menuduh Ukraina menyerang asrama mahasiswa di Starobilsk, menewaskan 21 orang.

Staf umum angkatan bersenjata Ukraina mengakui serangan di dekat Starobilsk di wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia pada Jumat malam, tetapi menyatakan bahwa mereka menyerang unit militer Rusia elit. Para pemimpin Eropa mengutuk serangan semalam Rusia pada hari Minggu, yang terjadi setelah peringatan dari Zelensky atas rencana serangan Rusia dan kemungkinan penggunaan rudal Oreshnik.

Rudal tersebut dilaporkan bergerak lebih dari 10 kali kecepatan suara, tidak mungkin dicegat, dan mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir. Namun, kantor kepresidenan Ukraina kemudian mengatakan masih menyelidiki jenis rudal yang digunakan. Ini akan menjadi kali ketiga Rusia menggunakan Oreshnik dalam konflik tersebut.

Baik Presiden Prancis Emmanuel Macron maupun Kanselir Jerman Friedrich Merz mengutuk penggunaan senjata ini, sementara kepala kebijakan luar negeri EU, Kaja Kallas, menyebutnya sebagai “takut-takut politik dan ancaman nuklir yang sembarangan.” Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper berjanji untuk “terus menekan Rusia,” menyusul “pemandangan mengerikan” di Kyiv.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com