ZONAUTARA.com – Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, membuka The 3rd Gastrointestinal Oncology Summit di Jakarta, Sabtu (30/5), menekankan pentingnya deteksi dini kanker kolorektal, kanker yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan nasional.
Dante mengungkapkan, mayoritas pasien kanker kolorektal di Indonesia baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut, yakni lebih dari 70 dari setiap 100 pasien. Hal ini bukan karena pasien lalai, namun dikarenakan kurangnya deteksi dini.
Dunia mencatatkan lebih dari 1,9 juta kasus baru kanker kolorektal setiap tahun, menjadikannya kanker ketiga terbanyak secara global. Di Indonesia, kanker ini menempati peringkat keempat dari jumlah kasus baru dan kelima dalam penyebab kematian kanker, dengan lebih dari 19 ribu kematian per tahun.
Dalam rangka memperkuat deteksi dini, Kementerian Kesehatan telah mengintegrasikan skrining kanker kolorektal ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis Nasional, menggunakan pendekatan berlapis termasuk Kuesioner Skrining Kolorektal Asia Pasifik, pemeriksaan colok dubur, dan tes darah samar dalam tinja (FOBT) bagi kelompok berisiko tinggi.
Dari program ini, ditemukan 9 ribu hasil positif dari pemeriksaan colok dubur dan 2 ribu dari pemeriksaan FOBT, menunjukkan masih banyak kasus belum terdeteksi. Dante menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor guna mengatasi tantangan ini, serta berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat program skrining nasional.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

